Jumat, 03 September 2010

Bagaimana Cara Agar Lebih Dekat Dengan Anak

Agar anak tidak merasa jauh dari orang tua maka kedekatan antara orang tua harus senantiasa dibangun. Untuk membangun hal itu, sebagai orang tua Anda harus melakukan sesuatu. Faktor dari orang tua menjadi penentu dalam hal ini. Berikut beberapa hal yang bisa dijadikan arahan untuk membangun kedekatan Anda dengan anak.

[1]. Kesiapan mental untuk menjadi orang tua

Memiliki anak membawa implikasi yang luas. tidak hanya merubah peran dari suami/istri menjadi ayah/ibu. Ada komitmen dan tanggung jawab yang harus disadari dan dijalankan. Oleh sebab itu, perlu hati dan pikiran yang tenang untuk menjalani proses menjadi orang tua. Selain itu, kesiapan mental juga diperlukan, terutama untuk menghindari konflik dan ketegangan yang uncul diantara suami-istri akibat perubahan yang terjadi.

[2]. Menciptakan komunikasi yang hangat sejak dini.

Berkomunikasi dengan anak tidak dimulai sejak anak lahi, melainkan sejak ia masih dalam kandungan. Sejak itu proses kasih sayang pun hendaknya dimulai. Berbicaralah padanya meski ia masih belum tampak secara lahiriah. Sapalah dia, senyumlah untuknya dan pertahankan kesetabilan emosi. Banyak penelitian yang menyatakan bahwa seorang anak bisa memahami apa yang terjadi dalam diri sang ibu meski ia belum lahir. Hal itu, bisa dibuktikan dari munculnya kecendrungan tertentu yang ada pada anak, misalnya rasa cemas, super sensitif atau pemarah dihubngkan dengan persoalan yang sedang dihadapi sang ibu pada masa dan pasca kehamilan.

[3]. Upayakan program menyusui

Proses menyusui, bukan hanya sekedar memberikan asi yang berkualitas. Namun menyusui merupakan proses yang melibatkan dua belah pihak, bahkan tiga belah pihak (suami, istri, dan anak). Kegiatan menyusui merupakan momen yang ideal untuk membangun kontak batin yang erat, melalui kelekatan fisik dan kontak mata yang intensif. Proses ini membutuhkan hati yang tenang dan penuh kasih, karena produksi ASI akan terengaruh oleh faktor fisik dan emosional.

[4]. Tanggapilah tangisan bayi/ anak secara positif

Melalui tangisan seorang bayi dapat mengkomunikasikan ketakutannya, kelaparan, kehausan, keinginannya akan kehangatan, keinginanya untuk dibelai, rasa tidak enak, kedinginan, kepanasan dan rasa tidak enak yang lain. Tangisan bayi adalah murni muncul dari kebutuhannya. Bayangkan, jika orang tua menunda respon terhadap ketakutannya, maka bayi akan merasa frustasi.

[5]. Upayakan kebersamaan dalam keluarga inti

Banyak keluarga yang menggunakan jasa baby sitter untuk mengasuh anak. Ironisnya, ada ibu rumah tangga yang tidak bekerja tidak mempunya kegiatan apapun kecuali arisan, kesalon dan sopping, mempunyai banyak asisten dan pembantu. Anaknya pun sepenuhnya diurus oleh baby sitter. Tidaklah mengherankan jika kelak antara dia dan anaknya tidak terlihat suatu kedekatan yang positif, karena anaknya lebih dekat dengan pengasuhnya.

Kedekatan yang positif membutuhkan kerja sama antara setiap anggota keluarga. Perlu disediakan waktu kebersamaan yang konsisten, dipenuhi perasaan tenang, senang dan sanai, agar anak bisa merasakan senangnya kebersamaan dengan ayah maupun ibunya. Tetapi, orang tua juga harus belajar dari anak, dan melihat hasil didikannya selama ini melalui sikap dan prilaku anak.

Hambatan Yang Sering Terjadi Pada Pelaksanaan Inisiasi Menyusu Dini (IMD)

Hanya dengan melewatkan waktu beberapa menit untuk memberikan kesempatan kepada bayi untuk mencari puting ibunya sesaat setelah dilahirkan, banyak bayi bisa diselamatkan. Bukan hanya bayinya, sang ibu pun akan lebih sehat dan juga terhindar dari pendarahan, yang merupakan momok yang menakutkan setelah melahirkan.

Namun pada pelaksanaannya banyak sekali gendala ataupun hambatan yang sering terjadi, karena kekurang tauan baik orang tua atau bahkan di kalangan medis sendiri. Adapun hambatan-hambatan yang sering terjadi pada pelaksanaan IMD, yaitu:

[1]. Biasanya orang tua takut bayinya kadinginan, karena bayi tdak segera dikenakan pakaian atau digedong seperti kebiasaan sebelumnya. Kontak kulit ibu dan bayi membuat tubuh bayi hangat, karena suhu tubuh ibu bersalin pada umumnya hangat. Bila bayi kedinginan, suhu tubuh ibu akan terpacu untuk lebih hangat.

[2]. Takut kalau bayi sulit bernafas karena ditengkurapkan selama kurang lebih satu jam. Bayi IMD mampu menjaga supaya hidungnya tidak tertutup/ sulit untuk bernafas. Bayi mampu mengangkat kepalanya dan menggeser kepalnya mendekati puting susu ibu

[3]. Dada dan payudara ibu masih kotor dan berkeringat, sehingga dikhawatirkan berbahaya bagi bayi. Bakteri yang ada pada kulit dada dan payudara yang dijilat bayi akan menjadi bakteri baik di usus bayi dan merangsang kekebalan tubuh bayi, sehingga bayi IMD jarang mengalami diare dan lebih sehat.

[4]. keluarga kasihan pada ibu yang baru melahirkan kecapean bila harus menopang bayi di dadanya. Ibu melihat buah hati yang ditunggunya sehat dan aktif di dadanya pasti akan lupa dengan rasa capek, rasa sakit saat melahirkan, karena rasa bahagia akan meningkatkan oksitosin dan mengurangi rasa sakit.

Kamis, 02 September 2010

Jiwa Pembrontak Pada Anak, Salah Siapa?

Setiap anak selalu mencari contoh dalam perilakunya sehari-hari. Hal-hal yang berkesan dalam diri pribadi mereka, membuat dirinya perlu mencontoh prilaku orang yang dikagumi.

Anak laki-laki menyadari bahwa mereka akan menjadi pria dewasa. Karena pikiran ini, membuat mereka berusaha untuk menjadikan diri mereka seperti ayahnya, begitu pula untuk anak perempuan yang membayangkan diri mereka menurut pola tingkah laku ibunya.

Yang perlu diingat, bahwa tidak ada satu anakpun yang tepat sama seperti ayah dan ibunya. Ada beberapa faktor yang bisa berpengaruh dalam pembentukan sifat atau memegang peranan dalam penentuan watak seorang anak, misalnya:

[*] Tempramen yang dibawanya sejak lahir

[*] Akrapnya hubungan antara anak dan orang tua

[*] Corak hubungan istimewa antara anak dengan orang tuanya.

Sampai usia tertentu, anak mempunyai kecendrungan sikap ingin berdiri sendiri dan tidak mau bergantung pada orang tua. Mereka berusaha menunjukkan kemauannya dengan jalan membangkang terhadap peraturan orang tua dan mengambil contoh yang mereka kagumi sebagai teladan. Hal ini yang sering kali menyebabkan bentrok antara anak dan orang tua. Namun terkadang, anak bentrok disebabkan sikap orang tua yang terlalu melindungi dan kurang memperhatikan keinginan anak.

Faktor lain yang menyebabkan anak brontak adalah keyakinan dan kesadaran orang tua. Misalkan orang tua yang terlalu memaksakan kehendak tanpa melihat dan meminta pertimbangan dari anak. Orang tua merasa bahwa pendapatnya selalu benar, dan anak harus mengikutinya. Akibatnya anak menjadi tidak nyaman atas apa yang dilakukannya, anak melakukan hal yang diperintahkan orang tua hanya berdasar ketakutan bukan atas manfaatnya, walaupun sebagai orang tua tahu apa yang terbaik dan sebaiknya dilakukan anaknya. Tetapi yang tidak boleh ditinggalkan adalah pengertian yang diberikan orang tua kepada anaknya dengan jalan menkomunikasikan setiap permasalahan.

Jiwa pembrontak pada anak adalah suatu hal yang rumit sifatnya. Sesuatu yang tidak dapat diramalkan hasilnya. Namun hal yang harus kita ketahui yaitu bahwa anak itu tumbuh cendrung menurut sikap dan watak yang dimiliki oleh orang tuanya.

Sikap orang tua yang terlalu menghendaki anak hidup dan tumbuh berkembang mengikuti prilaku orang tua, akan menyebabkan prilaku anak menjadi kurang berkembang dalam pergaulan, dan kurang memiliki rasa percaya diri. Seorang pribadi yang dididik dengan keras dan kaku, akan menjadi korban dari prilaku (pendidiknya) karena keadaan yangt dihadapi telah berubah. Ia akan menjadi orang yang penakut, tidak percaya diri, sehingga hidup tidak mendatangkan kebahagiaan.

Ada sebagian orang tua yang mudah sekali menimpalkan kesalahan kepada anaknya, tanpa memberikan kesempatan kepada mereka untuk mengoreksi dan mengadakan perubahan yang lebih baik sehingga seolah-olah masalah itu adalah cap yang tidak dapat hilang dan dimaafkan. Dari sikap ini muncul sika anak yang tidak nyaman dan merasa perlu untuk mempertahankan dirinya.

'Setiap orang tua adalah guru bagi anaknya' mungkin kata-kata ini ada benarnya. Dimana setiap anak yang lahir itu dibekali dengan potensi yang dapat diarahkan ke arah baik maupun buruk. Merupakan kewajiban orang tua untuk memanfaatkan pontensi ini yakni dengan menyalurkan ke arah yang lebih baik. Karena apa yang dilakukan dan yang diberikan orang tua dalam mendidik anaknya akan terus ada dalam benak mereka. Sikap positif maupun negatif yang diberikan orang tua akan menjadi kesan yang berpengaruh dalam watak dan prilaku anak. Merupakan kewajiban orang tua untuk mendidik anak dengan baik, membiasakan berprilaku dan berakhlak mulia serta menunjukan dan memberikan kepada mereka suri teladan yang baik.


Produksi dan Komposisi Pada ASI

Tanpa melihat apakah seorang ibu kelak akan menyusui bayinya atau tidak, buah dada ibu telah dipersiapkan untuk laktasi oleh hormon-hormon yang disekresi selama kehamilan. Selama kehamilan ini jumlah alveoli meningkat dan mengalami perubahan-perubahan guna mempersiapkan produksi ASI.

Agar ASI dapat dikeluarkan, diperlukan hormon oksitosin yang disekresikan oleh glandula pituitaria posterior atas rangsangan isapan bayi. Oksitosin ini menyebabkan jaringan muskuler sekeliling alveoli berkontraksi yang dengan demikian mendorong ASI menuju ductus. Proses ini disebut dengan “let down” reflex.
Berdasarkan waktu diproduksinya, ASI dibagi menjadi 3, yaitu :

[1]. Kolostrum

a) Kolostrum yaitu ASI yang keluar dari hari pertama sampai hari ke4 setelah melahirkan.

b) Kolostrum merupakan cairan emas, cairan pelindung yang kaya zat anti infeksi dan berprotein tinggi.

c) Merupakan cairan yang pertama kali disekresi oleh kelenjar payudara, mengandung tissue debris dan residual material yang terdapat dalam alveoli dan duktus dari kelenjar payudara sebelum dan setelah masa puerperium.

d) Komposisi dari kolostrum ini dari hari ke hari selalu berubah.

e) Merupakan cairan viscous kental dengan warna kekuning kuningan, lebih kuning dibandingkan dengan susu yang matang.

f) Merupakan pencahar yang ideal untuk membersihkan mekonium dari usus bayi yang baru lahir dan mempersiapkan saluran pencernaan makanan bayi dan makanan yang akan datang.

g) Lebih banyak mengandung protein dibanding dengan ASI yang matur, tetapi berlainan dengan ASI yang matur. Pada kolostrum protein yang utama adalah globulin (gamma Globulin)

[2]. ASI Transisi/ Peralihan

ASI peralihan adalah ASI yang keluar setelah kolostrum sampai sebelum ASI matang, yaitu sejak hari ke-4 sampai hari ke-10. Selama dua minggu, volume air susu bertambah banyak dan berubah warna serta komposisinya. Kadar imunoglobulin dan protein menurun, sedangkan lemak dan laktosa meningkat.

[3]. ASI Matur

ASI matur disekresi pada hari ke sepuluh dan seterusnya. ASI matur tampak berwarna putih. Kandungan ASI matur relatif konstan, tidak menggumpal bila dipanaskan.
Air susu yang mengalir pertama kali atau saat lima menit pertama disebut foremilk. Foremilk lebih encer. Foremilk mempunyai kandungan rendah lemak dan tinggi laktosa, gula, protein, mineral dan air.
Selanjutnya, air susu berubah menjadi hindmilk. Hindmilk kaya akan lemak dan nutrisi. Hindmilk membuat bayi akan lebih cepat kenyang. Dengan demikian, bayi akan membutuhkan keduanya, baik foremilk maupun hindmilk.

Komposisi ASI terdiri atas berbagai macam faktor proteksi, yaitu :

[1]. Imunoglobulin : seperti lgA, lgM, lgD dan lgE

[2]. Lisozim : Terdapat dalam ASI sebanyak 6 – 300 ml/1.000 ml dan kadarnya bisa meningkat hingga 3.000 – 5.000 kal lebih banyak dibandingkan kadar lisozim dalam susu sapi. Enzim ini mempunyai fungsi bakteriostatik terhadap enterobakteria dan kuman gram (-), juga berperan sebagai pelindung terhadap berbagai macam virus.

[3]. Laktoperiodase : enzim ini bersama dengan perokdase hidrogen dan
tiosianat membantu membunuh streptococcus.

[4]. Faktor bifidus : merupakan karbohidrat yang mengandung nitrogen. Mempunyai konsentrasi di dalam ASI 40 kali lebih tinggi dibanding dengan konsentrasi yang ada di susu sapi. Fungsi faktor ini untuk mencegah pertumbuhan organisme yang tidak diinginkan, seperti kumanE.col i patogen. 5.
Faktor anti stafilokokus : merupakan asam lemak dan
melindungi bayi terhadap penyerbuan stafilokokus.

[6]. Laktdarierin dan transferin : protein-protein ini memiliki kapasitas mengikat Fe / zat besi dengan baik hingga mengurangi tersedianya zat besi bagi pertumbuhan kuman yang memerlukan.

[7]. Komponen komplemen : sistem komplemen terdiri dari 11 protein serum yang dapat dibedakan satu sama lain dan dapat diaktifkan oleh berbagai zat seperti antibodi, produksi kuman dan enzim. Komplemen C3 dan C4 terdapat dalam ASI. Dalam kolostrum terdapat konsentrasi C3 lebih tinggi hingga dalam keadaan aktif merupakan faktor pertahanan yang berarti.

[8]. Sel makrdariag dan netrdariil dapat melakukan fagositosis itu terhadap stafilokokus, E.coli dan Candida albicans.

[9]. Lipase : merupakan zat antivirus

Rabu, 01 September 2010

Etika Pada Saat Makan


Lebaran tinggal beberapa hari lagi. Moment lebaran tentu tidak luput dari acara makan-makan. Bagaimana dengan si kecil?
Anda bisa mengajarkan/membimbing si kecil agar cara makannya santun. Si kecil yang begitu santun ketika makan di rumah, belum tentu ketika makan bersama keluarga besar/ketika bertamu di rumah orang lain, ia juga akan seperti itu. Sekarang saatnya Anda mengajarkan etika meja

Cara Menyimpan Dan Memberikan ASI

Mungkin bagi wanita yang sedang menyusui sebaiknya mengetahui,bagaimana cara menyimpan dan memberikan ASI agar tidak terjadi sesuatu hal yang sifatnya merugikan sang anak. Memang banyak sekali yang menjadi penyebab kenapa ibu tidak dapat menyusui anaknya secara langsung tetapimenginginkan agar anaknya mendapatkan asupan gizi dari ASI setiap saat.

Berikut beberapa hal yang perlu diperhatikan dalam menyimpan dan memberikan ASI setelah disimpan

[*] Simpan ASI pada wadah yang sebaiknya terbuat dari bahan yang mudah disterilkan, seperti botol bertutup rapat yang terbuat dari plastik atau gelas yang tahan panas atau kantong plastik polietilen (misal: plastik gula) dan tutup rapat-rapat.

[*] Cantumkan jam dan tanggal ASI diperah.

[*] Bila ASI tidak diberikan langsung, pastikan penampungan dan penyimpanannya telah steril dan tidak terkontaminasi.

[*] Bila akan diberikan dalam waktu 6 jam setelah pengambilan dapat disimpan dalam suhu ruangan, tak perlu disimpan di lemari pendingin.

[*] Di simpan didalam termos es atau termos yang diberi es batu bisa bertahan selama 24 jam.

[*] Bila akan diberikan dalam waktu 72 jam, ASI disimpan di dalam lemari pendingin (di bawah 5 derajat Celsius, bukan dibuat dalam keadaan beku).

[*] Bila ASI perah akan digunakan dalam waktu 1 minggu atau lebih, maka ASI perah tersebut harus segera didinginkan dalam lemari pendingin selama 30 menit, lalu dibekukan pada suhu -18 derajat celcius atau lebih rendah. ASI yang sudah dibekukan dapat disimpan antara 3 – 6 bulan. Ini biasanya dilakukan pada kasus ketika ibu akan pergi dalam jangka waktu tertentu, sehingga perlu mengumpulkan sejumlah ASI sebelumnya.

[*] Jangan menyimpan ASI pada rak yang menempel di pintu lemari pendingin karena temperatur di tempat ini mudah berubah ketika pintu dibuka dan ditutup. Simpanlah ASI di lemari pendingin bagian tengah, atau di bagian terdalam freezer, karena lokasi-lokasi tersebut memiliki temperatur yang lebih dingin dan konstan.

[*} Jangan mengisi penuh wadah penampung ASI, karena ASI akan memuai saat membeku. Sisakan kurang lebih ¼ bagian kosong.

Ada beberapa hal yang perlu Anda perhatikan dalam memberikan ASI setelah dilakukan penyimpanan:

[*] Perlu diingat, ASI yang telah dihangatkan tidak boleh didinginkan lagi untuk diberikan pada bayi di waktu minum berikutnya.

[*] Ambil ASI yang disimpan berdasarkan waktu pemerahan ASI (yang pertama diperah harus diberikan lebih dulu).

[*] Untuk ASI yang disimpan di lemari pendingin cukup dihangatkan dengan cara meletakkan botol di wadah berisi air hangat selama 15 menit, sambil dikocok secara perlahan. Jangan dipanaskan di atas api atau microwave, karena zat yang terkandung di dalamnya justru akan rusak.

[*] Untuk ASI beku, keluarkan botol susu yang berisi ASI beku. Setengah jam sebelum waktu menyusui, rendamlah di dalam wadah berisi air hangat. Atau pindahkan ASI beku ke lemari pendingin bagian bawah semalam sebelumnya. Saat akan digunakan esok hari, susu akan mencair, kemudian hangatkan. ASI beku yang dicairkan dapat tahan 24 jam dalam lemari pendingin. Ingat, jangan membekukan kembali ASI yang sudah dipindah ke lemari pendingin tersebut.

[*] Buanglah ASI yang tersisa setelah diberikan pada bayi, jangan menyimpan kembali ke lemari pendingin atau dipanaskan.

[*] Berikan ASI dengan menggunakan pipet khusus atau sendok kecil sesuap demi sesuap, agar si kecil tidak terbiasa mengisap dot dan jadi sulit menyusu pada payudara ibu.

Tahapan-Tahapan Yang Terjadi Dalam Proses Inisiasi Menyusu Dini

Inisiasi menyusu dini merupakan upaya untuk membuat bayi mampu mencari putting susu ibu dan menyusu sendiri. Inisiasi menyusu dini dimulai dalam satu jam pertama setelah lahir, bila bayi bisa menyusu dalam 30 menit pertama setelah lahir akan dapat merangsang reflek bayi dalam menghisap sehingga memudahkan proses menyusu berikutnya. Dimana bayi merangkak di dada ibu dengan menekan-nekankan kakinya pada rahim ibu. Untuk lebih jelasnya, berikut saya uraikan tahapan-tahapan yang terjadi dalam proses inisiasi menyusu dini.

[1] .. Sesaat setelah kelahiran sehabis ari-ari dipotong, bayi langsung diletakan di dada si ibu tanpa membersihkan si bayi kecuali tangannya, kulit ketemu kulit. Ternyata suhu badan ibu yang habis melahirkan 1 derajat lebih tinggi. Namun jika si bayi itu kedinginan, otomatis suhu badan si ibu jadi naik 2 derajat, dan jika si bayi kepanasan, suhu badan ibu akan turun 1 derajat. Jadi Tuhan sudah mengatur bahwa si ibu yang akan membawa si bayi beradaptasi dengan kehidupan barunya. Setelah diletakan di dada si ibu, biasanya si bayi hanya akan diam selama 20-30 menit, dan ternyata hal ini terjadi karena si bayi sedang menetralisir keadaannya setelah trauma melahirkan.

[2] .. Proses yang kedua, yang terjadi yaitu , bayi akan mengeluarkan suara, gerakan menghisap, dan melanjutkan dengan mencium tangannya. Ternyata bau tangan si bayi sama dengan bau air ketuban, dimana daerah sekitar puting si ibu itu juga memiliki bau yang sama, jadi dengan mencium bau tangannya membantu si bayi untuk mengarahkan kemana dia akan bergerak. Jadi bau yang yang dicium dari tangan bayi akan membantu bayi untuk menemukan putting susu ibunya. Pada saat ini bayi juga akan mengeluarkana air liur.

[3] .. Gerakan ketiga yang terjadi yaitu, si bayi akan mulai bergerak-gerak seperti hendak merangkak. Ternyata gerakan ini pun bukanlah gerakan tanpa makna karena ternyata kaki si bayi itu pasti hanya akan menginjak2 perut ibunya di atas rahim. Gerakan ini bertujuan untuk menghentikan pendarahan si ibu. Lama dari proses ini tergantung dari si bayi. Dia akan mulai bergerak kearah mendekati puting susu ibu.

[4] .. Setelah melakukan gerakan di kakinya, si bayi akan melanjutkan dengan mencium tangannya, ternyata bau tangan si bayi sama dengan bau air ketuban, dan ternyata daerah sekitar puting si ibu itu juga memiliki bau yang sama, jadi dengan mencium bau tangannya membantu si bayi untuk mengarahkan kemana dia akan bergerak. Dia akan mulai bergerak mendekati puting ibu dan ketika sudah mendekati puting si ibu,

[5] .. Setelah itu, si bayi akan menjilat-jilati kulit dada si ibu. Ternyata jilatan ini berfungsi untuk membersihkan dada si ibu dari bakteri2 jahat dan begitu masuk ke tubuh si bayi akan diubah menjadi bakteri2 yang baik dalam tubuhnya. Lama kegiatan ini juga tergantung dari si bayi karena hanya si bayi yang tahu seberapa banyak dia harus membersihkan dada si ibu. Kemudian si bayi akan menyentuh putting susu dengan tangannya, mulai meremas puting susu si ibu yang bertujuan untuk merangsang supaya air susu si ibu segera berproduksi dan bisa keluar. Lamanya kegiatan ini juga tergantung dari si bayi. Bayi akan menghentakan kepalanya ke dada ibunya, menoleh ke kanan dan ke kiri. Menemukan putting susu menjilat, mengulum, membuka mulut lebar dan melekatkan dengan baik



Proses ini sungguh sangat menakjubkan.... Tuhan memang Maha Sempurna. Dia sudah menciptakan siklus kehidupan yang begitu indah, namun ternyata dilupakan oleh manusia selama bertahun-tahun lamanya.

Jadi jika suatu saat akan memiliki anak, disarankan untuk meminta kepada rumah sakit yang akan membantu kelahiran supaya diperbolehkan melakukan inisiasi menyusui dini ini minimal 1 jam, karena kelima proses di atas ini bisa berlangsung sekitar 1-2 jam. Tidak semua RS berani melakukan ini, dan kita harus berani meminta ini dilakukan karena ternyata hal ini merupakan siklus kehidupan yang selama ini tidak kita sadari sudah kita putus Dan dengan melakukan hal ini, akan membantu meningkatkan daya tahan tubuh si bayi terhadap penyakit2, kanker syaraf, leukimia, dan beberapa penyakit2 lainnya, serta juga dapat menekan angka kematian bayi baru lahir sebesar 22%.

Sebuah RS yang benar2 mendukung ibu dan anak tidak akan menyediakan ruangan khusus bayi karena dengan memisahkan si ibu dengan si bayi ternyata daya tahan tubuh si bayi akan drop sampai 25%. Jadi seharusnya tempat bayi adalah di sisi ibu 24 jam penuh. Jika ada tindakan memisahkan si ibu dari si bayi bisa dianggap tindakan kriminal karena ketika si ibu bersama dengan si bayi, daya tahan si bayi akan dalam kondisi prima, dan si ibu bisa melakukan proteksi terhadap si bayi jika memang perlu. 95% bayi menangis bukan karena kelaparan, tapi karena dia dipisahkan dari ibunya. Karena berdasarkan penelitian, seorang bayi yang baru lahir, dibekali dari rahim ibunya untuk bertahan selama 2-3 hari tanpa makanan. Jadi jangan pernah minta diberikan susu formula untuk si bayi, walau air susu ibu belum keluar.