Sabtu, 13 November 2010
Daur Hidup Kupu-kupu
Memberikan pengetahuan ke anak-anak, akan lebih cepat diterima apabila anak-anak itu dalam kondisi yang baik. Artinya anak tidak sedang kelelahan, suasana juga riang. Terlebih apabila si anak dapat mengamati dari lingkungan sekitarnya jadi anak dapat dengan mudah menyerapnya juga akan mudah mengingatnya.
Perhatikan cerita berikut ini:
Suatu sore, ayah dan Andi sedang berjalan-jalan di kebun.
Minggu, 07 November 2010
Deteksi Kanker Sejak Dini
Kanker adalah golongan penyakit yang ditandai dengan pembelahan sel yang tidak terkendali dan kemampuan sel-sel tersebut untuk menyerang jaringan biologis lainya, baik dengan pertumbuhan langsung di jaringan yang bersebelahan (invasi) atau dengan migrasi sel ke tempat yang jauh (metastasis). Mutasi dapat terjadi secara sepontan ataupun diwariskan (mutasi germline). Kanker dapt menyebabkan banyak gejala yang berbeda, tergantung pada lokasinya dan karakter dari keganasan dan apakah ada metastasis.
Peningkatan jumlah sel tak normal umumnya membentuk benjolan yang disebut tumor atau kanker, tapi tidak semua tumor bersifat kanker. Tumor yang bersifat kanker disebut tumor ganas, sedangkan yang bukan kanker disebut tumor jinak. Tumor jinak biasanya merupakan gumpalan lemak yang terbungkus dalam satu wadah yang menyerupai kantong, sel tumor jinak tidak menyebar ke bagian lain pada tubuh penderita.
Kebanyakan, bila tak terawat kanker akan banyak menyebabkan kematian. Penyakit yang menduduki peringkat atas penyebab utama kematian di negara berkembang ini degan deteksi sejak dini sebenarnya dapat dicegah dan disembuhkan. Disamping itu banyak faktor lingkungan yang sebernya juga bisa dihindari.
Mencegah tentu akan lebih baik dari pada mengobati. Pencegahan terhadap penyakit juga akan menghindari kita dari biaya pengobatan yang saat ini sangat mahal. Tentu saja tidak ada satu penyakitpun yang ada di muka bumi ini yang tidak mampu untuk dicegah. Sebaliknya, banyak sekali penyakit yang sampai saat ini belum diketemukan obatnya. Seperti halnya penyakit lain, kanker pun bisa dicegah dengan melakukan deteksi dini. Semakin dini kanker diketahui maka pengobatan yang dilakukan akan semakin bagus hasilnya.
Jenis-Jenis Kanker
Secara garis besar, kanker dibagi 4 jenis yaitu:
O Karsioma, yaitu kanker yang tumbuh dan berkembang di sel epitel.
O Sarkoma, yaitu kanker yang tumbuh dan berkembang di jaringan penunjang , seperti jaringan penunjang payudara.
O Leukimia, yaitu kanker yang menyerang jaringan yang menghasilkan darah.
O Limfoma, yaitu kanker yang menyerang jaringan limfa.
Faktor Penyebab Kanker
Faktor penyebab kanker biasanya tidak dapat diketahui secara pasti karena penyebab kanker dapat merupakan gabungan dari sekumpulan faktor, genetik dan lingkungan. Namun ada beberapa faktor yang diduga meningkatkan resiko terjadinya kanker, sebagai berikut:
O Faktor keturunan (genetik).
Faktor genetik menyebabkan beberapa keluarga mengalami resiko lebih tinggi untuk menderita kanker tertentu bila dibandingkan dengan keluarga lainnya. Jenis kanker yang cendrung diturunkan dalam keluarga adalah kanker payudara, kanker indung telur, kanker kulit, dan kanker usus besar.
O Faktor lingkungan.
1. Merokok dapat meningkatkan risiko terjadi kanker paru-paru, mulut, laring (pita suara), dan kandung kemih.
2. Sinar ultraviolet dari matahari.
3. Radiasi ionisasi (yang merupakan karsiogenik) digunakan dalam sinar rongen dihasilkan dari pembangkit listrik tenaga nuklir dan ledakan bom atom yang bisa menjangkau jarak yang sangat jauh.
O Faktor makanan yang mengandung bahan kimia.
Makanan juga dapat menjadi faktor risiko penting lain penyebab kanker, terutama kanker pada salura pencernaan. Contoh jenis makanan yang dapat menyebabkan kanker antara lain yaitu makanan makanan yang diasap dan di asamkan, minuman yang mengandung alkohol, zat pewarna makanan, logam berat seperti merkury pada makanan laut yang tercemar, serta makanan yang diproses secara berlebihan.
O Virus.
1. Virus Papilloma, menyebabkan kutil alat kelamin (genitalis), salah satu penyebab kanker leher rahim pada wanita.
2. Virus Sitomegalo, menyebabkan sarkoma kaposi (kanker sistem pembuluh darah yang ditandai oleh lesi kulit berwarna merah)
3. Virus Hepatitis B, dapat menyebabkan kanker hati.
4. Virus Epstein-Bar, di Afrika menyebabkan limfoma burkitt, sedangkan di Cina virus ini menyebabkan kanker hidung dan tenggorokan.
5. Virus Retro, pada manusia misalya virus HIV
O Infeksi.
1. Parasit Schistosoma (biliharzia), dapat menyebabkan kanker kandung kemih.
2. Infeksi oleh Clonorchis, dapat menyebabkan kanker pankreas dan saluran empedu
3. Heliobakter Pylori, merupakan bakteri yang mungkin merupakan penyebab kanker lambung.
O Faktor prilaku.
1. Merokok dan mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung lemak dan daging yang diawetkan, juga peminum alkohol.
2. Hubungan intim di usia dini dan sering berganti-ganti pasangan.
O Gangguan keseimbangan hormonal.
Hormon estrogen berfungsi merangsang pertumbuhan sel yang cendrung mendorong terjadinya kanker, sedangkan progesteron melindungi terjadinya pertumbuhan sel yang berlebihan. Ada kecendrungan bahwa kelebihan hormon estrogen dan kekurangan hormon progesteron menyebabkan meningkatnya risiko kanker payudara, kanker leher rahim, kanker rahim, kanker prostat dan buah zakar pada pria.
O Faktor kejiwaan, emosional.
Stres yang berat dapat menyebabkan gangguan keseimbangan seluler tubuh. Keadaan tegang yang terus menerus dapat mempengaruhi sel, dimana sel jadi hiperaktif dan berubah sifat menjadi ganas sehingga menjadi kanker.
O Radikal bebas.
Radikal bebas terbentuk sebagai produk sampingan dari proses metabolisme. Radikal bebas masuk ke dalam tubuh dalam bentuk racun-racun kimiawi dari makanan dan minuman, udara yang terpolusi, dan sinar ultraviolet dari matahari. Radikal bebas diproduksi secara berlebihan pada waktu kita makan berlebihan atau keadaan stress berlebihan, baik stress secara fisik, psikologis maupun biologis.
Artikel Yang Berkaitan
1. Cengkeh, Rempah Yang Kaya Antioksidan.
2. Vaksin HPV Untuk Mencegah Kanker Serviks.
3. Penyebab, Gejala, dan Cara Penularan Kanker Serviks.
4. Makanan Untuk Membantu Menurunkan Berat Badan.
5. Minuman Bersoda, Manfaat atau bahaya?.
6. Menu Diet bagi Diabetesi.
7. Pemanis Buatan Bagi Penderita Diabetes Melitus (DM).
8. Mengenali Gejala Gagal Ginjal Sejak Dini.
Peningkatan jumlah sel tak normal umumnya membentuk benjolan yang disebut tumor atau kanker, tapi tidak semua tumor bersifat kanker. Tumor yang bersifat kanker disebut tumor ganas, sedangkan yang bukan kanker disebut tumor jinak. Tumor jinak biasanya merupakan gumpalan lemak yang terbungkus dalam satu wadah yang menyerupai kantong, sel tumor jinak tidak menyebar ke bagian lain pada tubuh penderita.
Kebanyakan, bila tak terawat kanker akan banyak menyebabkan kematian. Penyakit yang menduduki peringkat atas penyebab utama kematian di negara berkembang ini degan deteksi sejak dini sebenarnya dapat dicegah dan disembuhkan. Disamping itu banyak faktor lingkungan yang sebernya juga bisa dihindari.
Mencegah tentu akan lebih baik dari pada mengobati. Pencegahan terhadap penyakit juga akan menghindari kita dari biaya pengobatan yang saat ini sangat mahal. Tentu saja tidak ada satu penyakitpun yang ada di muka bumi ini yang tidak mampu untuk dicegah. Sebaliknya, banyak sekali penyakit yang sampai saat ini belum diketemukan obatnya. Seperti halnya penyakit lain, kanker pun bisa dicegah dengan melakukan deteksi dini. Semakin dini kanker diketahui maka pengobatan yang dilakukan akan semakin bagus hasilnya.
Jenis-Jenis Kanker
Secara garis besar, kanker dibagi 4 jenis yaitu:
O Karsioma, yaitu kanker yang tumbuh dan berkembang di sel epitel.
O Sarkoma, yaitu kanker yang tumbuh dan berkembang di jaringan penunjang , seperti jaringan penunjang payudara.
O Leukimia, yaitu kanker yang menyerang jaringan yang menghasilkan darah.
O Limfoma, yaitu kanker yang menyerang jaringan limfa.
Faktor Penyebab Kanker
Faktor penyebab kanker biasanya tidak dapat diketahui secara pasti karena penyebab kanker dapat merupakan gabungan dari sekumpulan faktor, genetik dan lingkungan. Namun ada beberapa faktor yang diduga meningkatkan resiko terjadinya kanker, sebagai berikut:
O Faktor keturunan (genetik).
Faktor genetik menyebabkan beberapa keluarga mengalami resiko lebih tinggi untuk menderita kanker tertentu bila dibandingkan dengan keluarga lainnya. Jenis kanker yang cendrung diturunkan dalam keluarga adalah kanker payudara, kanker indung telur, kanker kulit, dan kanker usus besar.
O Faktor lingkungan.
1. Merokok dapat meningkatkan risiko terjadi kanker paru-paru, mulut, laring (pita suara), dan kandung kemih.
2. Sinar ultraviolet dari matahari.
3. Radiasi ionisasi (yang merupakan karsiogenik) digunakan dalam sinar rongen dihasilkan dari pembangkit listrik tenaga nuklir dan ledakan bom atom yang bisa menjangkau jarak yang sangat jauh.
O Faktor makanan yang mengandung bahan kimia.
Makanan juga dapat menjadi faktor risiko penting lain penyebab kanker, terutama kanker pada salura pencernaan. Contoh jenis makanan yang dapat menyebabkan kanker antara lain yaitu makanan makanan yang diasap dan di asamkan, minuman yang mengandung alkohol, zat pewarna makanan, logam berat seperti merkury pada makanan laut yang tercemar, serta makanan yang diproses secara berlebihan.
O Virus.
1. Virus Papilloma, menyebabkan kutil alat kelamin (genitalis), salah satu penyebab kanker leher rahim pada wanita.
2. Virus Sitomegalo, menyebabkan sarkoma kaposi (kanker sistem pembuluh darah yang ditandai oleh lesi kulit berwarna merah)
3. Virus Hepatitis B, dapat menyebabkan kanker hati.
4. Virus Epstein-Bar, di Afrika menyebabkan limfoma burkitt, sedangkan di Cina virus ini menyebabkan kanker hidung dan tenggorokan.
5. Virus Retro, pada manusia misalya virus HIV
O Infeksi.
1. Parasit Schistosoma (biliharzia), dapat menyebabkan kanker kandung kemih.
2. Infeksi oleh Clonorchis, dapat menyebabkan kanker pankreas dan saluran empedu
3. Heliobakter Pylori, merupakan bakteri yang mungkin merupakan penyebab kanker lambung.
O Faktor prilaku.
1. Merokok dan mengkonsumsi makanan yang banyak mengandung lemak dan daging yang diawetkan, juga peminum alkohol.
2. Hubungan intim di usia dini dan sering berganti-ganti pasangan.
O Gangguan keseimbangan hormonal.
Hormon estrogen berfungsi merangsang pertumbuhan sel yang cendrung mendorong terjadinya kanker, sedangkan progesteron melindungi terjadinya pertumbuhan sel yang berlebihan. Ada kecendrungan bahwa kelebihan hormon estrogen dan kekurangan hormon progesteron menyebabkan meningkatnya risiko kanker payudara, kanker leher rahim, kanker rahim, kanker prostat dan buah zakar pada pria.
O Faktor kejiwaan, emosional.
Stres yang berat dapat menyebabkan gangguan keseimbangan seluler tubuh. Keadaan tegang yang terus menerus dapat mempengaruhi sel, dimana sel jadi hiperaktif dan berubah sifat menjadi ganas sehingga menjadi kanker.
O Radikal bebas.
Radikal bebas terbentuk sebagai produk sampingan dari proses metabolisme. Radikal bebas masuk ke dalam tubuh dalam bentuk racun-racun kimiawi dari makanan dan minuman, udara yang terpolusi, dan sinar ultraviolet dari matahari. Radikal bebas diproduksi secara berlebihan pada waktu kita makan berlebihan atau keadaan stress berlebihan, baik stress secara fisik, psikologis maupun biologis.
Artikel Yang Berkaitan
1. Cengkeh, Rempah Yang Kaya Antioksidan.
2. Vaksin HPV Untuk Mencegah Kanker Serviks.
3. Penyebab, Gejala, dan Cara Penularan Kanker Serviks.
4. Makanan Untuk Membantu Menurunkan Berat Badan.
5. Minuman Bersoda, Manfaat atau bahaya?.
6. Menu Diet bagi Diabetesi.
7. Pemanis Buatan Bagi Penderita Diabetes Melitus (DM).
8. Mengenali Gejala Gagal Ginjal Sejak Dini.
Sabtu, 06 November 2010
Pendarahan Pada Tali Pusat
Yaitu adanya cairan yang keluar di sekitar tali pusat bayi. Tetapi merupakan hal yang normal apabila pendarahan yang terjadi disekitar tali pusat dalam jumlah yang sedikit. Dimana, pendarahan tidak melebihi luasan uang logam dan akan berhenti melalui penekanan yang halus selama 5 menit. Selain itu perdarahan pada tali pusat juga bisa sebagi petunjuk adanya penyakit pada bayi.
Gejala yang terjadi
O Ikatan tali pusat lepas atau klem pada tali pusat lepas tapi masih menempel pada tali pusat.
O Kulit di sekitar tali pusat memerah dan lecet.
O Ada cairan yang keluar dari tali pusat. Cairan tersebut bisa berwarna kuning, hijau, atau darah.
O Timbul sisik di sekitar atau pada tali pusat.
Penanganan dini
O Jaga agar tali pusat tetap kering setiap saat. Kenakan popok di bawah tali pusat.
O Biarkan tali pusat terbuka, tidak tertutup pakaian bayi sesering mungkin.
O Bersihkan area di sekitar tali pusat. Lakukan setiap kali Anda mengganti popok. Gunakan kapas atau cotton bud dan cairan alkohol 70% yang dapat dibeli di apotek.
O Angkat tali pusat dan bersihkan tepat pada area bertemunya pangkal tali pusat dan tubuh. Tidak perlu takut hal ini akan menyakiti bayi Anda. Alkohol yang digunakan tidak menyengat. Bayi akan menangis karena alkohol terasa dingin. Membersihkan tali pusat dengan alkohol dapat membantu mencegah terjadinya infeksi. Hal ini juga akan mempercepat pengeringan dan pelepasan tali pusat.
O Jangan basahi tali pusat sampai tidak terjadi pendarahan lagi. Tali pusat akan terlepas, dimana seharusnya tali pusat aka terlepas dalam waktu 1-2 minggu. Tapi, yang perlu diingat adalah jangan menarik tali pusat, walaupun sudah terlepas setengah bagian.
O Hindari penggunaan bedak atau losion di sekitar atau pada tali pusat.
Segera hubungi dokter jika :
O Tali pusat belum terlepas dalam waktu 3 minggu.
O Klem pada pangkal tali pusat terlepas.
O Timmbul garis merah pada kulit di sekitar tali pusat.
O Bayi menderita demam.
O Adanya pembengkakan atau kemerah-merahan di sekitar tali pusat.
O Timbul bau yang tidak enak di sekitar tali pusat.
O Timbulnya bintil-bintil atau kulit melepuh di sekitar tali pusat.
O Terjadi pendarahan yang berlebihan pada tali pusat. Pendarahan melebihi ukuran luasan uang logam.
O Pendarahan pada tali pusat tidak berhenti walaupun sudah di tekan.
Artikel Yang Berkaitan
1. Sisik Pada Kulit Kepala Bayi.
2. Jerawat Pada Bayi.
3. Jika Anak Mengalami Kejang.
4. Demam Pada Anak.
5. Terapi Untuk Anak Autis.
6. Diagnosis Dan Cara Mengobati cacingan Pada Anak.
7. Cacingan Dapat Menurunka Fungsi Kongnitif Pada Anak.
8. Radang Telinga Pada Anak.
9. Merawat Dan Pengobatan Penyakit Typhus.
10. Kenali Gejala Typhus Pada Anak.
Gejala yang terjadi
O Ikatan tali pusat lepas atau klem pada tali pusat lepas tapi masih menempel pada tali pusat.
O Kulit di sekitar tali pusat memerah dan lecet.
O Ada cairan yang keluar dari tali pusat. Cairan tersebut bisa berwarna kuning, hijau, atau darah.
O Timbul sisik di sekitar atau pada tali pusat.
Penanganan dini
O Jaga agar tali pusat tetap kering setiap saat. Kenakan popok di bawah tali pusat.
O Biarkan tali pusat terbuka, tidak tertutup pakaian bayi sesering mungkin.
O Bersihkan area di sekitar tali pusat. Lakukan setiap kali Anda mengganti popok. Gunakan kapas atau cotton bud dan cairan alkohol 70% yang dapat dibeli di apotek.
O Angkat tali pusat dan bersihkan tepat pada area bertemunya pangkal tali pusat dan tubuh. Tidak perlu takut hal ini akan menyakiti bayi Anda. Alkohol yang digunakan tidak menyengat. Bayi akan menangis karena alkohol terasa dingin. Membersihkan tali pusat dengan alkohol dapat membantu mencegah terjadinya infeksi. Hal ini juga akan mempercepat pengeringan dan pelepasan tali pusat.
O Jangan basahi tali pusat sampai tidak terjadi pendarahan lagi. Tali pusat akan terlepas, dimana seharusnya tali pusat aka terlepas dalam waktu 1-2 minggu. Tapi, yang perlu diingat adalah jangan menarik tali pusat, walaupun sudah terlepas setengah bagian.
O Hindari penggunaan bedak atau losion di sekitar atau pada tali pusat.
Segera hubungi dokter jika :
O Tali pusat belum terlepas dalam waktu 3 minggu.
O Klem pada pangkal tali pusat terlepas.
O Timmbul garis merah pada kulit di sekitar tali pusat.
O Bayi menderita demam.
O Adanya pembengkakan atau kemerah-merahan di sekitar tali pusat.
O Timbul bau yang tidak enak di sekitar tali pusat.
O Timbulnya bintil-bintil atau kulit melepuh di sekitar tali pusat.
O Terjadi pendarahan yang berlebihan pada tali pusat. Pendarahan melebihi ukuran luasan uang logam.
O Pendarahan pada tali pusat tidak berhenti walaupun sudah di tekan.
Artikel Yang Berkaitan
1. Sisik Pada Kulit Kepala Bayi.
2. Jerawat Pada Bayi.
3. Jika Anak Mengalami Kejang.
4. Demam Pada Anak.
5. Terapi Untuk Anak Autis.
6. Diagnosis Dan Cara Mengobati cacingan Pada Anak.
7. Cacingan Dapat Menurunka Fungsi Kongnitif Pada Anak.
8. Radang Telinga Pada Anak.
9. Merawat Dan Pengobatan Penyakit Typhus.
10. Kenali Gejala Typhus Pada Anak.
Kamis, 04 November 2010
Sisik Pada Kulit Kepala Bayi
Sisik yang biasanya terdapat pada kepala kulit bayi berasal dari minyak tubuh dan kulit mati yang menumpuk di kepala. Kulit kepala bersisik bisa terjadi pada bayi. Sisik ini tampak buruk, tetapi tidak akan membuat bayi gatal atau sakit. Sisik pada kulit kepala ini akan timbul saat usia bayi Anda 1 minggu, dan akan hilang setelah 2 minggu perawatan dan dapat muncul kembali.
Gejala yang timbul.
O Kulit kering kekuningan, berminyak, atau bersisik yang timbul di kepala bayi.
O Kulit kering bersisik juga timbul di dahi, alis, atau bangian belakang telinga.
Penanganan dini.
O Cuci kepala bayi menggunakan sampo bayi sehari sekali.
O Sikat kepala bayi pelan-pelan menggunakan sikat yang lembut pada saat Anda menggunakan sampo pada bayi. Tindakan ini akan mengangkat sisik dan kerak dari kepala bayi. Bersihkan sisik dari kepala bayi menggunakan sisir bergigi halus. Selanjutnya bilas dengan air sampai benar-benar bersih.
O Apabila sisik atau kerak terlalu tebal, oleskan dan usap kepala bayi menggunakan minyak bayi. Cuci kepala bayi menggunakan sampo 30 menit kemudian.
O Ketika dibersihkan, rambut bayi mungkin ikut rontok. Hal ini tak jadi masalah karena rambut akan tumbuh kembali.
Segera hubungi dokter jika:
O Sisik atau kerak tidak hilang juga setelah pembersihan dan pencucian setiap hari selama dua minggu.
O Bayi menderita ruam berair di bagian belakang telinga.
Artikel Yang Berkaitan
1. Jerawat Pada Bayi.
2. Jika Anak Mengalami Kejang.
3. Demam Pada Anak.
4. Diagnosis Dan Cara mengobati Cacingan Pada Anak.
5. Cacingan Dapat Menurunkan Fungsi Kongnitif pada Anak.
6. Radang Telinga Pada Anak.
7. Merawat dan Mengobati Penyakit Typhus.
8. Kenali gejala Typhus Pada Anak.
9. Radang Otak (Meningitis) Pada Anak.
Gejala yang timbul.
O Kulit kering kekuningan, berminyak, atau bersisik yang timbul di kepala bayi.
O Kulit kering bersisik juga timbul di dahi, alis, atau bangian belakang telinga.
Penanganan dini.
O Cuci kepala bayi menggunakan sampo bayi sehari sekali.
O Sikat kepala bayi pelan-pelan menggunakan sikat yang lembut pada saat Anda menggunakan sampo pada bayi. Tindakan ini akan mengangkat sisik dan kerak dari kepala bayi. Bersihkan sisik dari kepala bayi menggunakan sisir bergigi halus. Selanjutnya bilas dengan air sampai benar-benar bersih.
O Apabila sisik atau kerak terlalu tebal, oleskan dan usap kepala bayi menggunakan minyak bayi. Cuci kepala bayi menggunakan sampo 30 menit kemudian.
O Ketika dibersihkan, rambut bayi mungkin ikut rontok. Hal ini tak jadi masalah karena rambut akan tumbuh kembali.
Segera hubungi dokter jika:
O Sisik atau kerak tidak hilang juga setelah pembersihan dan pencucian setiap hari selama dua minggu.
O Bayi menderita ruam berair di bagian belakang telinga.
Artikel Yang Berkaitan
1. Jerawat Pada Bayi.
2. Jika Anak Mengalami Kejang.
3. Demam Pada Anak.
4. Diagnosis Dan Cara mengobati Cacingan Pada Anak.
5. Cacingan Dapat Menurunkan Fungsi Kongnitif pada Anak.
6. Radang Telinga Pada Anak.
7. Merawat dan Mengobati Penyakit Typhus.
8. Kenali gejala Typhus Pada Anak.
9. Radang Otak (Meningitis) Pada Anak.
Rabu, 03 November 2010
Jerawat Pada Bayi
Merupakan bintik-bintik putih pada wajah yang timbul ketika usia bayi 2-4 minggu. Bintik-bintik ini akan hilang dengan sendirinya saat usia bayi 4-6 bulan. Jerawat pada bayi biasanya tidak berbahaya dan tidak menular. Jerawat ini muncul ketika kulitnya teriritasi air liur, muntahan susu atau kain yang kasar akibat penggunaan deterjen yang kuat
Gejala
O Timbulnya bintik-bintik hitam.
O Timbulnya bintik-bintik putih.
O Sering timbul pada bagian hidung, muka atau leher.
Penanganan dini
O Seka wajah dengan lembut, gunakan sabun yang formulanya ringan dan jangan terlalu banyak membilas kulit bayi karena berpotensi mengiritasi. Cukup membilas kulit bayi secara lembut dengan air dan sabun bayi dua kali sehari, lalu tepuk perlahan-lahan hingga kering.
O Hindari mengaruk jerawat, jangan berusaha untuk memencet jerawat pada bayi, karena dapat menyebabkan infeksi yang berasal dari tangan yang tidak steril. Jika jerawat tidak mengganggu, maka biarkan saja dan jangan disentuh-sentuh.
O Hindari mengoleskan salep atau krim pada jerawat, hal ini malahan membuat jerawat makin parah.
O Jika jerawat memerah dan terjadi pendarahan sebaiknya segera periksakan bayi Anda ke dokter.
Artikel Yang Berkaitan
1. Jika Anak Mengalami Kejang.
2. Demam Pada Anak.
3. Anak Down Syndrom (Keterbelakangan Mental).
4. Terapi Untuk Anak Autis.
5. Diagnosis Dan Cara Mengobati Cacingan Pada Anak.
6. Cacingan Dapat Menurunkan Fungsi Kongnitif Pada Anak.
7. Radang Telinga Pada Anak.
8. Merawat Dan Pengobatan Penyakit Typhus.
9. Kenali Gejala Typhus Pada Anak.
10. Radang Otak (meningitis) Pada Anak.
Gejala
O Timbulnya bintik-bintik hitam.
O Timbulnya bintik-bintik putih.
O Sering timbul pada bagian hidung, muka atau leher.
Penanganan dini
O Seka wajah dengan lembut, gunakan sabun yang formulanya ringan dan jangan terlalu banyak membilas kulit bayi karena berpotensi mengiritasi. Cukup membilas kulit bayi secara lembut dengan air dan sabun bayi dua kali sehari, lalu tepuk perlahan-lahan hingga kering.
O Hindari mengaruk jerawat, jangan berusaha untuk memencet jerawat pada bayi, karena dapat menyebabkan infeksi yang berasal dari tangan yang tidak steril. Jika jerawat tidak mengganggu, maka biarkan saja dan jangan disentuh-sentuh.
O Hindari mengoleskan salep atau krim pada jerawat, hal ini malahan membuat jerawat makin parah.
O Jika jerawat memerah dan terjadi pendarahan sebaiknya segera periksakan bayi Anda ke dokter.
Artikel Yang Berkaitan
1. Jika Anak Mengalami Kejang.
2. Demam Pada Anak.
3. Anak Down Syndrom (Keterbelakangan Mental).
4. Terapi Untuk Anak Autis.
5. Diagnosis Dan Cara Mengobati Cacingan Pada Anak.
6. Cacingan Dapat Menurunkan Fungsi Kongnitif Pada Anak.
7. Radang Telinga Pada Anak.
8. Merawat Dan Pengobatan Penyakit Typhus.
9. Kenali Gejala Typhus Pada Anak.
10. Radang Otak (meningitis) Pada Anak.
Tips Hadapi Anak Yang Manja
Anak-anak dilahirkan bukan dengan pribadi yang manja. Anak yang manja terbentuk karena sikap orangtua yang terlalu sabar kepada mereka. Tak mengherankan jika hampir 95% orangtua memanjakan anak-anak mereka. Sikap manja anak bisa tumbuh, juga karena orangtua merasa tidak berdaya mengendalikan si kecil.
Namun menurut psikolog anak dan remaja, Richard Bromfield, Ph.D., dari Harvard Medical, ada 8
Selasa, 02 November 2010
Jika Anak Mengalami Kejang
Demam sebenarnya bukanlah penyakit, demam merupakan respon tubuh terhadap penyakit atau luka. Kebanyakan demam terjadi karena inveksi virus, dan akan turun dalam kurun waktu dua sampai tiga hari. Demam yang sangat tinggi pada anak dapat menyebabkan terjadinya kejang, tetapi jarang terjadi anak-anak mengalami kejang karena demam. Jika terjadi kondisi ini maka harus segera diperiksakan ke dokter, agar mendapatkan penanganan sedini mungkin.
Hal-hal yang perlu dilakukan jika anak anda menagalami kejang.
O Biarkan saja gerakan tangan maupun kaki ketika anak Anda mengalami kejang.
O Tidurkan anak dalam posisi miring untuk menghindari tersedak ketika muntah.
O Jangan memberikan makanan apapun dalam mulut anak.
O Hubungi dokter segera apabila anak mengalami kesulitan untuk bernafas, badannya membiru, atau ketika kejang yang terjadi lebih dari 2 sampai 3 menit.
O Lepaskan baju dan kaus kaki untuk membantu menurunkan demam.
O Kompres kepala dan leher dengan air dingin, dan seka badan anak dengan air hangat-hangat kuku ketika berbaring di ranjang.
O Hentikan menyeka dan selimuti badan anak dengan selimut tipis ketika badannya mulai menggigil.
O Jangan meletakan anak di dalam bak mandinya selama masih kejang.
O Jangan beri makan atau minum ketika terjadi kejang atau sesaat setelah terjadi kejang.
Artikel Yang Berkaitan
1. Demam Pada Anak.
2. Mengenal Lumpuh Otak atau Cerebral Palsy (CP) Pada Anak.
3. Anak Down Syndrom (Keterbelakangan Mental).
4. Terapi Untuk Anak Autis.
5. Diagnosis Dan Cara Mengobati Cacingan Pada Anak.
6. Cacingan Dapat Menurunkan Fungsi Kongnitif Pada Anak.
7. Muscular Dystrophy (MD).
8. Radang Telinga Pada Anak.
9. Merawat Dan Mengobati Penyakit Typhus.
10. Kenali Gejala Typhus Pada Anak.
Hal-hal yang perlu dilakukan jika anak anda menagalami kejang.
O Biarkan saja gerakan tangan maupun kaki ketika anak Anda mengalami kejang.
O Tidurkan anak dalam posisi miring untuk menghindari tersedak ketika muntah.
O Jangan memberikan makanan apapun dalam mulut anak.
O Hubungi dokter segera apabila anak mengalami kesulitan untuk bernafas, badannya membiru, atau ketika kejang yang terjadi lebih dari 2 sampai 3 menit.
O Lepaskan baju dan kaus kaki untuk membantu menurunkan demam.
O Kompres kepala dan leher dengan air dingin, dan seka badan anak dengan air hangat-hangat kuku ketika berbaring di ranjang.
O Hentikan menyeka dan selimuti badan anak dengan selimut tipis ketika badannya mulai menggigil.
O Jangan meletakan anak di dalam bak mandinya selama masih kejang.
O Jangan beri makan atau minum ketika terjadi kejang atau sesaat setelah terjadi kejang.
Artikel Yang Berkaitan
1. Demam Pada Anak.
2. Mengenal Lumpuh Otak atau Cerebral Palsy (CP) Pada Anak.
3. Anak Down Syndrom (Keterbelakangan Mental).
4. Terapi Untuk Anak Autis.
5. Diagnosis Dan Cara Mengobati Cacingan Pada Anak.
6. Cacingan Dapat Menurunkan Fungsi Kongnitif Pada Anak.
7. Muscular Dystrophy (MD).
8. Radang Telinga Pada Anak.
9. Merawat Dan Mengobati Penyakit Typhus.
10. Kenali Gejala Typhus Pada Anak.
Langganan:
Postingan (Atom)




