Jumat, 30 April 2010

Mengenal Pelangi




pelangi-pelangi alangkah indahmu
merah kuning hijau di langit yang biru
pelukismu agung siapa gerangan
pelangi-pelangi ciptaan Tuhan....

Anak-anak yang berusia balita atau memasuki usia playgroup/TK pasti sudah hafal lagu Pelangi diatas. Atau bahkan malah jadi lagu harian anak-anak kita. Selain belajar menyanyi, ada juga unsur mengenalkan nama-nama warna pada anak-anak. Dan juga yang tak

Minggu, 25 April 2010

Mengapa Si Kecil Ngeces Terus? (2)


Artikel kali ini melanjutkan artikel sebelumnya Mengapa si kecil ngeces terus, silakan baca artikel terkait.

Mengiler yang disebabkan gangguan dapat dikaitkan dengan penyakit berat seperti mononukleosis, nanah di sekitar amandel (abses peritonsilar), abses retrofaring, dan tonsilitis.

Gangguan-gangguan ini juga bisa menyebabkan anak mengalami kesulitan menelan air liur sehingga ia mengiler.

Jumat, 23 April 2010

Be SMART Be CREATIVE ... Jadikan Anak Cerdas dan Kreatif


Salam cerdas kreatif,

Setiap individu pada dasarnya adalah cerdas.

Kecerdasan dan kreatifiitas memiliki kaitan yang erat walaupun tidak mutlak orang kreatif dapat dipastikan ia orang cerdas, namun tidak selalu orang yang cerdas pasti kreatif. Lahirnya sebuah karya kreatif membutuhkan lebih dari sekedar kecerdasan.

Kreativitas akan muncul pada individu yang memiliki motivasi tinggi, rasa ingin tahu dan imajinasi. Seseorang yang kreatif akan selalu mencari dan menemukan jawaban dengan kata lain mereka senang memecahkan masalah.

Teori Multiple Intellegence menyatakan bahwa kecerdasan tersebar dalam berbagai bidang dan memiliki multi aspek.

Menurut Gardener manusia diberkahi dengan 8 jenis kecerdasan yaitu kecerdasan
verbal/linguistik, matematis / logis, spasial / daya bayang ruang, musik, kinestetik tubuh, kecerdasan interpersonal, kecerdasan interpersonal dan natural.

Dalam hal bidang apa saja letak kecerdasannya. Tipe kecerdasan yang dinyatakan Gardener 1998, biasanya seorang anak memiliki satu atau lebih kecerdasan tetapi amat jarang yang memiliki 8 kecerdasan secara sempurna.

Karena itu pula untuk menumbuhkan anak cerdas yang kreatif yaitu dengan mengembangkan berbagai potensi yang kreatif dan mengembangkan bakat cerdas yang telah dimilikinya sejak masih kanak-kanak/sejak dini.


Faktor-faktor tersebut adalah :

1. Dengan kreasi manusia dapat mewujudkan dirinya. Perwujudan diri merupakan kebutuhan pokok pada tingkat tertinggi dalam hidup manusia sebagaimana yang dikembangkan oleh teori-teori Maslow. Kreativitas merupakan maniftesi dari individu yang berfungsi sepenuhnya.

2. Kreativitas atau berfikir kreatif sebagai kemampuan untuk melihat bermacam- macam kemungkinan penyelesaian terhadap suatu masalah, merupakan bentuk pemikiran yang sampai saat ini masih kurang mendapat perhatian dalam pendidikan.


3. Bersibuk diri secara kreatif tidak hanya bermanfaat bagi diri pribadi dan lingkungan tetapi terlebih juga memberikan kepuasan kepada individu.

4. Kreativitas yang memungkinkan manusia meningkatkan kualitas hidupnya. Dalam era pembangunan ini kesejahteraan dan kejayaan masyarakat dan negara tergantung pada sumbangan kreatif, berupa ide-ide baru, penemuan- penemuan baru dan teknologi baru, untuk mencapai hal ini sikap pemikiran dan perilaku kreatif harus dipupuk sejak dini.


Upaya menumbuhkan anak cerdas yang kreatif melalui kegiatan dalam setiap perkembangan dalam pembelajaran sebagai berikut :
1. Kecerdasan emosional anak dapat dilatih dengan mengajak anak berkarya
wisata disuatu tempat misalnya berkebun.
2. Kecerdasan spiritual yang meliputi aspek pengembangan moral dan
agama dapat dilatih dengan terbiasa melakukan ibadah, mematuhi aturan-
aturan dan membiarkan hidup bersih. Misalnya anak dibiasakan berdoa
sebelum dan sesudah melakukan kegiatan, melestarikan dan menjaga
ciptaan Tuhan, mengambil dengan tangan kanan, menghormati orang tua
dan sebagainya.
3. Kecerdasan sosial emosional dapat dilatih dengan membiasakan anak
untuk berkomunikasi, dapat berhubungan dengan orang lain, saling
menyapa, dan memberi salam, dibiasakan untuk bersikap sopan santun,
mematuhi peraturan dan disiplin dalam kehidupan sehari-hari.
4. Kecerdasan bahasa dan komunikasi dapat dilatih dengan tanya jawab atau
memberi pertanyaan pada anak, bercerita, memberi informasi secara
sederhana dan menulis dengan simbol-simbol yang melambangkannya
yang dibuat semenarik mungkin agar anak senang dan tertarik karena ini
untuk memperkaya perbendaharaan kosa kata.


Karakteristik dan Peran Orang Tua

Katrakteristik Orang Tua
Untuk membantu anak tetap memiliki, menumbuhkan dan mengembangkan potensi kreatifnya dan kecerdasannya, orangtua haruslah memilliki karakteristik sebagai berikut :

  • 1. Kreatif dan menyukai tantangan.
  • 2. Menerima karya anak.
  • 3. Menerima anak apa adanya.
  • 4. Motivator.
  • 5. Ekspresi, penuh penghayatan dan peka pada perasaan.
  • 6. Pencita seni dan keindahan.
  • 7. Memiliki kecintaan yang tulus terhadap anak.
  • 8. Memiliki ketertarikan terhadap perkembangan anak.
  • 9. Bersedia mengembangkan potensi yang dimiliki anak.
  • 10. Hangat dalam bersikap.
  • 11. Memiliki sikap yang konsisten akan tetapi dinamis.
  • 12. Bersedia bermani dengan anak.
  • 13. Luwes dan lincah dalam menghadapi kebutuhan minat dan kemampuan
  • anak.
  • 14. Memberi kesempatan pada anak untuk menjelajahi lingkungan.
  • 15. Memberikan kesempatan pada anak untuk mencoba dan mengambangkan
  • kemampuan, daya pikir dan daya ciptanya.

Peran Orang Tua
Peran utama orang tua dalam menunjang kecerdasan dan kreatifitas anak adalah :
  • a. Menghargai pendapat anak dan mendorongnya untuk maju, atau mengungkapkan.
  • b. Memberi waktu kepada anak untuk berpikir, merenung dan berkhayal.
  • c. Menunjang dan mendorong kegiatan anak.
  • d. Memberikan pujian yang sungguh-sungguh kepada anak.

Semua unsur perkembangan dan kreatifitas anak dapat dimunculkan dengan
menerapkan peran dan fungsi orangtua yang kreatif pula, dengan upaya membuat yang ada atau media belajar sendiri dengan tidak mengandalkan sarana dan prasarana yang berlebihan maka dapat tumbuhlah anak cerdas yang kreatif.

Semoga bermanfaat ... salam

Kamis, 22 April 2010

Dunia Anak Dunia Aktif


Salam cerdas kreatif,

Mungkin tanpa kita sadari, anak kita berlama-lama menghabiskan waktunya di depan televisi untuk menonton film kartun atau VCD kesyayngannya. Tahukah Anda jika itu kita biarkan akan berpengaruh buruk terhadap masa depannya kelak.

Anak Anda akan menjadi kurang aktif secara fisik, hingga bisa beresiko menderita obesitas yang dapat memicu resiko kesehatan lainnya. Bagaimana agar anak kita menjadi lebih aktif ?

Berikut beberapa tips agar Anak lebih aktif :

1. Ajak Anak Bermain Di Luar.
Imajinasi anak akan lebih berkembang, tak hanya dari layar kaca/tv.

2. Cari Tahu Minat Anak
Carilah minat anak, entah itu main bola, lari-lari atau yang lainnya dan biarkan anak Anda bisa bergerak aktif dan menikmatinya.

3. Daftarkan Ke Perkumpulan Yang Sesuai.
Jika kita sudah tahu minat anak, kita bisa mendaftarkan ke perkumpulan yang sesuai dengan minat dan bakat anak.

4. Jadilah Orang Tua Yang Aktif Juga.
Beri contoh yang kepada anak yaitu dengan membiasakan diri berolah raga dan ajak anak turut serta.

5. Siapkan Waktu Khusus.
Orangtua diharapkan bisa menyediakan waktu khusus untuk keluarga untuk melakukan aktifitas fisik di luar rumah seperti berkebun, berkemah atau yang semacamnya.

6. Beri Pujian dan Hadiah.
Berilah anak pujian bahkan hadiah untuk aktifitas fisik seperti bola, sepeda dll.

7. Buatlah Jadwal Kegiatan Fisik.
Sebaiknya dibuat jadwal untuk aktifitas fisik di sekitar rumah, seperti berkebun, berkemah, bersepeda bersama.

8. Ajak Anak Mencoba.
Mencoba berbagai macam aktifitas dapat membantu anak mempelajari sesuatu yang baru dan akan memcu kreatifitas anak.

9.Penuhi Kebutuhan Energinya.
Dalam melakukan aktifitas fisik, anak akam mengeluarkan banyak energi. Untuk itu jangan lupa memberi energi tambahan seperti susu, multivitamin dan makanan yang bergizi.

Semoga bermanfaat ... salam

Download Ebook Gratis Nasehat Untuk Keluarga Muslim

Untuk mendownload Ebook ini, silahkan klik Cover ebooknya

Semoga bermanfaat.


Tips Mencari Sekolah Ideal Untuk Anak

Tak dapat dipungkiri rutinitas orang tua di saat tahun ajaran baru seperti sekarang ini adalah mencarikan sekolah bagi anaknya yang akan bersekolah. Untuk itu diperlukan tips serta informasi-informasi lebih tentang sekolah-sekolah yang akan dituju agar tidak salah sasaran dalam memilih sekolah untuk anaknya.

Berikut ini adalah :

"Tips Mencari Sekolah Ideal"

Setiap menjelang tahun ajaran baru, hampir semua orangtua bingung mencari sekolah yang tepat untuk anak-anaknya. Sebagai orangtua, tentu kita ingin memberikan yang terbaik untuk anak-anak. Namun yang ada, Anda justru pusing dibebani segudang pertanyaan. Seperti apa bentuk sekolah yang baik dan ideal? Apakah harga menjamin kualitas yang diberikan? Dan lain sebagainya. "Ideal" menurut kamus bahasa Indonesia artinya "sesuai dengan yang diharapkan".

Tentunya orang tua berharap sekolah yang dipilih akan mampu menjadi tempat mengembangkan kemampuan anak secara optimal. Berikut ini, penulis mencoba memberikan tips bagaimana mencari sekolah yang ideal atau tepat bagi anak-anak.

Libatkan anak ketika memilih sekolah.
Seharusnya selalu disadari dan dipahami oleh orang tua, bahwa yang nantinya sekolah adalah anak, bukan mereka. Maka, melibatkan anak dalam memilih sekolah merupakan langkah penting, meskipun usia prasekolah. Orang tua jangan menganggap remeh kemampuan anak, karena pada saat usia pra sekolah anak mengalami perkembangan fisik dan mental yang sangat pesat.

Dalam buku "Magic Trees of Mind", Marianne Diamond menggambarkan, perkembangan kemampuan matematika dan intelegensia ruang pada anak diperkirakan dimulai pada usia satu tahun. Kemampuan bahasa anak malah sudah dimulai sejak masih dalam kandungan. Ini berarti, daya nalar dan logika anak pada saat akan memasuki sekolah dasar (6 tahun) sudah berkembang baik.

Tinggal bagaimana orang tua merangsang kemampuan anaknya. Kondisikan agar proses mencari sekolah dasar tidak menjadi beban berat bagi si anak melainkan menjadi proses belajar yang menyenangkan. Bagaimana jika ternyata pilihan anak jatuh pada sekolah yang menurut orangtua kurang sesuai? Di sinilah peran orang tua diperlukan.

Pada saat orang tua telah membuat pilihan sekolah mana yang akan dimasuki anak nanti, buatlah kesepakatan sukarela dengan anak bahwa sekolah yang akan dimasuki adalah murni pilihan anak. Dengan demikian anak akan merasa bangga karena diberi kesempatan melakukan hal yang penting. Di sisi lain anak akan lebih bertanggung jawab karena merasa sekolah yang dimasukinya adalah pilihannya sendiri.

Ketahuilah visi dan misinya.
Banyak ahli yang mengingatkan tentang pentingnya aspek visi dan misi pendidikan yang disandang suatu sekolah. Sekolah yang memiliki kualitas baik tentu saja memiliki visi dan misi yang jelas, terukur dan realistis. Untuk dapat mengetahui visi-misi sekolah yang diinginkan, dapat dilihat di buku profil, brosur, papan nama atau media publikasi yang digunakan oleh sekolah tersebut. Dari visi dan misi yang dipaparkan dapat terlihat bagaimana orientasi tujuan dan profil output yang akan dihasilkan.

Pernyataan visi dan misi ini dapat dipotret dari beberapa aspek, antara lain aspek keagamaan, akademis, mental, perilaku, kecakapan hidup, kemandirian dan kewirausahaan. Seperti yang sudah terungkap di muka, orang tua saat ini masih memandang aspek akademis menjadi pertimbangan pertama dalam memilih sekolah. Maka, tidak heran jika banyak orang tua yang rela melakukan apa saja untuk mendapatkan sekolah dengan prestasi akademik tinggi.

Pihak sekolah pun akan melakukan seleksi ketat terhadap calon siswanya. Hanya siswa yang memiliki IQ tinggi yang dapat diterima di sekolah yang bersangkutan. Dari kasus ini, Penulis jadi tergelitik, sebenarnya yang unggul sekolah atau siswanya. Sangat masuk logika, jika sekolah yang hanya menerima input baik-baik saja, kemudian out putnya juga baik.

Oleh sebab itu, orang tua seharusnya tidak lagi terjebak pada istilah-istilah sekolah favourit, unggulan, plus dan lain-lain. Padahal yang dikembangkan hanya pada aspek kognitif saja atau academic minded. Sekolah yang baik adalah sekolah yang mampu menggali, mengembangkan dan mengoptimalkan seluruh potensi (baca: kecerdasan majemuk) peserta didiknya.

Porsi Pendidikan Agama.
Di era sekarang ini, dimana banyak kasus yang menimpa generasi penerus kita termasuk dalam hal ini para pelajar, mulai dari kasus tawuran, narkotika, pergaulan bebas dan perbuatan menuyimpang lainnya, maka peran pendidikan agama menjadi sangat signifikan terutama dalam membentuk kharakter dan perilaku siswa.

Penulis berpendapat bahwa, pendidikan moral tertinggi terletak di dalam doktrin-doktrin agama yang diyakini seseorang. Melalui pendidikan agama yang cukup, diharapkan para peserta didik akan muncul kesadaran dan pemahaman yang benar mengenai tugas, peran dan tanggung jawabnya sebagai hamba Tuhan, anak, siswa dan anggota masyarakat. Sebagai implementasinya, anak mampu menghargai orang lain dengan segala perbedaan serta mampu memilah dan memilih kegiatan-kegiatan yang bermanfaat dan tidak.

Oleh karena itu, porsi pendidikan agama yang diterapkan oleh suatu sekolah hendaknuya menjadi bahan pertimbangan penting orang tua dan anak dalam memilih sekolah. Barangkali, jika kita ingin mendapatkan pendidikan agama yang lebih di sekolah negeri, nampaknya sulit diwujudkan. Pasalnya, sesuai aturan yang berlaku, sekolah-sekolah negeri hanya menerapkan 2 (dua) jam pelajaran agama dalam sepekan, kecuali inisiatif pihak sekolah untuk mengadakan jam tambahan.

Mungkin dari sini, sekolah-sekolah swasta yang berbasiskan agama dapat menjadi solusinya. Sekolah ini jelas-jelas memberikan porsi lebih banyak untuk pendidikan agama, bahkan sudah dipadukan dengan mata pelajaran lain, sehingga terdapat internalisasi nilai-nilai agama di setiap bahan ajar. Apalagi di jenjang pendidikan dasar, ibaratnya sebagai momentum peletakan pondasi bangunan kepribadian dan pengoptimalan seluruh potensi siswa. Maka, agama menjadi komponen paling penting dalam membentuk dan membangun kharakter siswa.

Kurikulum pembelajaran.
Kurikulum bisa dikatakan sebagai jantungnya pendidikan. Dikarenakan di dalamnya berisi tentang perencanaan pembelajaran yang menyangkut semua kegiatan yang dilakukan dan dialami peserta didik dalam perkembangan, baik formal maupun informal guna mencapai tujuan pendidikan. Walaupun penerapan kurikulum ini sudah diatur dan diseragamkan dari pusat, tetapi pihak penyelenggara pendidikan dapat melakukan modifikasi-modifikasi disesuaikan dengan kondisi sekolah, lingkungan, dan kebutuhan masyarakat.

Dalam kebijakan kurikulum terbaru, yaitu Kurikulum Tingkat Satuan Pendidikan (KTSP) sangat memberikan keleluasaan kepada pihak sekolah (negeri maupun swasta) untuk berkreasi dan berinovasi selama masih mengacu kepada standar kompetensi yang ditentukan.

Maka, sangat dimungkinkan akan terjadi kompetisi di antara sekolah-sekolah, tentang bagaimana menampilkan profil sekolah dan keunggulan-keunggulannya dalam hal muatan materi pembelajaran dan kegiatan sekolah. Oleh karena itu, orang tua dan calon siswa harus benar-benar jeli dan teliti dalam memilih sekolah terutama pertimbangan dari sisi kurikulum yang diterapkan sekolah tersebut.

Kegiatan-kegiatan ekstrakurikuler yang diselenggarakan sekolah juga perlu dicermati, apakah dimungkinkan dapat mengoptimalkan bakat dan potensi peserta didik.

Profil Pendidik.
Keberhasilan dari proses dan hasil output pendidikan tidak dapat dilepaskan dari andil guru. Boleh dikatakan guru sebagai ujung tombak pendidikan untuk mencetak dan mengkader generasi penerus yang didambakan. Apalah artinya kurikulum yang ideal jika tidak didukung oleh pelaksananya, yaitu sumber daya manusia yang cakap.

Maka tidak heran, jika pemerintah terus-menerus berusaha meningkatkan kompetensi guru melalui berbagai program, mulai dari penataran-penataran, beasiswa pendidikan dan sertifikasi guru.

Raka Joni (1980) mengemukakan adanya tiga dimensi umum yang menjadi kompetensi tenaga kependidikan, antara lain:

  • (1) Kompetensi personal atau pribadi, maksudnya seorang guru harus memiliki kepribadian yang mantap yang patut diteladani. Dengan demikian, seorang guru akan mampu menjadi seorang pemimpin yang menjalankan peran : ing ngarso sung tulada, ing madya mangun karsa, tut wuri handayani.
  • (2) kompetensi profesional, maksudnya seorang guru harus memiliki pengetahuan yang luas, mendalam dari bidang studi yang diajarkannya, memilih dan menggunakan berbagai metode mengajar di dalam proses belajar mengajar yang diselenggarakannya.
  • (3) Kompetensi kemasyarakatan, artinya seorang guru harus mampu berkomunikasi baik dengan siswa, sesama guru, maupun masyarakat luas. Mungkin secara sederhana, ketika kita mengamati profil guru sebuah sekolah, bisa dilihat dari riwayat pendidikan, pengalaman mengajar, prestasi, penampilan, sikap dan gaya mengajar apabila dimungkinkan.

Gedung dan fasilitas.
Komponen pendidikan yang tidak kalah pentingnya adalah sarana dan prasarana yang mendukung. Mulai dari bangunan fisik, ruang kelas, taman, perpustakaan, laboratorium, sarana olah raga dan kesenian, arena bermain, kantin, perlengkapan kelas, sampai dengan alat peraga edukasi yang dimiliki. Seiring dengan kemajuan bidang informasi dan teknologi, nampaknya bukan hal yang baru sebuah sekolah memiliki fasilitas akses jaringan internet dan website sendiri, dimana setiap stake holders dapat berinteraksi dan berkomunikasi di dunia maya.

Hal ini, akan sangat membantu bagi orang tua untuk memantau perkembangan putra-putrinya secara cepat tanpa harus secara fisik datang ke sekolah. Dengan didukung sarana dan prasarana yang baik, diharapkan semua peserta didik dapat belajar secara enjoy, nyaman, dan betah. Sekolah diibaratkan sebagai rumah kedua bagi anak-anak, sehingga sekolah yang baik mampu memenuhi kebutuhan dan keinginan siswa. Hal yang perlu diperhatikan juga mengenai rasio jumlah siswa dengan luas ruangan kelas serta fasilitas pembelajaran yang lain.

Lokasi sekolah dan lingkungan.
Lokasi yang dimaksud dapat dipandang dari jarak sekolah ke rumah, lingkungan sekitar dan sarana transportasinya. Bisa dibayangkan seorang anak harus bangun pagi-pagi sekali karena letak sekolahnya jauh. Tentu ia pulang dalam keadaan lelah karena jarak yang ditempuhnya memakan waktu yang lama. Belum lagi jika terjadi kemacetan lalu lintas, bisa dimungkinkan sering terlambat pulang maupun masuk sekolahnya.

Lalu kapan ia bisa belajar di rumah dengan nyaman? Bagaimana ia bisa mengembangkan interaksi dengan anggota keluarga lain di rumahnya? Maka, faktor lokasi dan lingkungan ini hendaknya diperhatikan oleh orang tua dan anak itu sendiri dalam menentukan sekolah pilihannya. Perlu dipikirkan juga mengenai sekolah yang berlokasi di pusat perkotaan atau keramaian dan yang berada di pinggiran atau lebih dekat dengan suasana alam, semua memiliki plus-minus-nya.

Biaya pendidikan.
Barangkali bagi sebagian kalangan, faktor biaya ini menjadi pertimbangan paling utama dalam memutuskan sekolah yang dipilih, terutama bagi masyarakat yang secara ekonomi kelas menengah ke bawah. Biaya pendidikan yang ditarik pihak sekolah secara umum terdiri iuran SPP, bantuan pembangunan/gedung, seragam, buku, praktikum dan kegiatan ekstrakurikuler. Sekolah-sekolah yang dianggap favourit, unggul maupun plus biasanya juga akan memasang biaya pendidikan yang tidak murah.

Hal ini berkaitan dengan fasilitas pembelajaran dan program-program unggulan yang ditawarkan. Namun yang perlu diingat bahwa, tingginya biaya pendidikan yang diterapkan pihak sekolah hendaknya diikuti juga dengan pelayanan pendidikan yang berkualitas. Oleh karena itu, sebelum menentukan pilihan sekolah, orang tua diharapkan sudah mampu mengukur kemampuan secara ekonomi tentang biaya pendidikan yang harus dikeluarkan termasuk anggaran lain di luar program sekolah, seperti uang saku, transportasi, perlengkapan sekolah dan lain-lain.

Ketertiban dan kebersihan sekolah.
Kondisi sekolah yang nyaman, teduh, tenang, tertib dan lingkungan yang bersih tentu saja akan mendukung suasana proses pembelajaran. Berbeda dengan suasana sekolah yang terkesan kumuh, gersang, gaduh, penempatan perabot sekolah yang semrawut, dan tidak ada kedisiplinan yang diterapkan, maka proses belajar mengajar akan banyak terganggu dan kurang optimal hasilnya. Kata kuncinya, siswa di sekolah harus merasa senang dan betah seperti ketika berada di rumahnya sendiri (feels like second home).

Lihat prestasi dan keberhasilan alumninya.
Kriteria yang tidak boleh ditinggalkan dalam memilih sekolah yang ideal adalah prestasi dan profil output-nya. Sekolah yang baik, selain unggul di dalam proses, juga unggul pada hasilnya. Seperti telah diurakaikan di muka, yang disebut prestasi tidak hanya secara akademik, tetapi juga non akademik baik siswa, guru maupun institusinya.

Bagaimana perkembangan bakat dan potensinya, sikap, perilaku, kemandirian, keterampilan dan keahlian lain yang mendukung. Sedangkan Keberhasilan alumni dapat diukur dari lulusan sekolah dapat diterima di sekolah lanjutan yang kualitasnya baik serta memiliki life skill yang cukup untuk mampu eksis di tengah masyarakat.

Dari paparan di atas, semoga dapat menjadi bahan pertimbangan bagi orang tua dan anak di tengah euforia kebingungan mencari sekolah yang ideal. Terlebih-lebih dengan diterapkannya sistem penerimaan siswa baru (PSB) on line yang masih mengedepankan nilai akademik (ujian nasional) di dalam proses seleksinya. Hal ini, tentu saja membuat keresahan dan kepanikan tersendiri terutama bagi yang nilainya di bawah atau pas-pasan.

Penulis berharap, kedepan sistem seleksi penerimaan siswa baru yang sekarang ini berlaku perlu dikaji secara mendalam, bukan komponen IT-nya (sistem on line), tetapi kriteria yang dijadikan alat penerimaan, yaitu hanya nilai ujian nasional. Oleh karenanya, pihak sekolah sendiri secara otonom yang dapat menentukan kriteria penerimaan siswa baru di tempatnya, semoga!

Penulis : Imam Subkhan
Sumber : www.kabarindonesia.com

Rabu, 21 April 2010

Download Ebook Gratis 853 Nama Bayi Islam

Assalamulaikum wr wb, salam cerdas kreatif.

Memberi nama untuk calon bayi buah hati adalah suatu yang sangat dianjurkan, apalagi nama-nama tersebut mempunyai makna arti yang baik, Insya Allah nama tersebut akan membawa kepada kepribadian calon buah hati kita, amin.

Yang ingin mendownload ebook ini, silhkan klik cover ebook.

Semoga bermanfaat ... wassalam