Minggu, 20 Februari 2011
Cara membangun rasa percaya diri pada anak
Orang tua tentu senang jika mempunyai anak yang memiliki rasa percaya diri yang tinggi atau sering disingkat PD. Karena dengan kepercayaan diri atau rasa percaya diri yang mereka miliki ini dapat menciptakan prestasi dalam kehidupan mereka nantinya, dan juga keberhasilan dalam bersosialisasi.
Berikut ini beberapa tips atau cara untuk membangun atau meningkatkan rasa percaya diri pada anak:
1.
Senin, 14 Februari 2011
Cinta, kasih sayang dan perhatian kepada anak
Membicarakan cinta, kasih sayang dan perhatian ini rasanya tak ada habisnya, ketiganya mempunyai keterikatan, saling berkaitan satu sama lain. Cinta bukan hanya kepada pasangan, tapi juga cinta kepada anak-anak kita. Cinta, kasih sayang dan perhatian kepada anak-anak tercinta.
Apakah anak-anak sudah mengerti cinta? hmmm gimana ya?
Cinta dalam pengertian anak-anak mungkin lebih kepada kasih
Selasa, 08 Februari 2011
Tips memilih kado buat si kecil
Anda sedang memilih-milih kado buat si kecil? Untuk hari ulang tahunnya mungkin?
Bagi anak-anak, hadiah ulang tahun menjadi hal yang paling ditunggu-tunggu dalam suatu perayaan ulang tahun.
Bagaimana memilih hadiah ulang tahun bagi si kecil?
Apa saja hadiah yang sesuai untuk mereka?
Berikut beberapa tips yang harus Anda perhatikan ketika memilih hadiah ulang tahun bagi si kecil.
Umumnya
Selasa, 01 Februari 2011
Cara Mengurangi Pegal Saat Hamil
Anda seorang ibu yang sedang hamil? Anda sering merasa pegal?
Saat kehamilan merupakan saat-saat yang melelahkan bagi seorang ibu, ada banyak keluhan yang muncul antara lain cepat lelah, susah tidur, emosi yang susah dikontrol dan sebagainya. Ibu hamil sering juga mengalami rasa pegal yang sangat menggangggu. Misalnya, terlalu lama duduk. Atau ibu hamil yang tetep bekerja atau juga ibu hamil
Selasa, 25 Januari 2011
Manfaat Stimulasi Bagi Janin
Stimulasi bagi bayi yang masih berada dalam kandungan sangatlah bermanfaat bagi pertumbuhan dan perkembangannya di kemudian hari. Berbagai penelitian ilmiah sudah banyak dilakukan, dimana bahwa saat terbaik untuk mulai melakukan stimulasi pada si kecil adalah ketika ia masih berada dalam kandungan. Sebenernya, janin sudah bisa mendengar suara, merasakan sentuhan, gerakan, getaran, bahkan emosi yang dirasakan oleh sang ibu. Gerakan menendang yang dilakukan janin merupakan respon terhadap sesuatu yang dirasakannya.
Manfaat stimulasi bagi janin
O Penelitian yang dilakukan DR. Van Carr pada tahun 1979 mengenai manfaat stimulasi atau latihan dan pendidikan pralahir menunjukan bahwa terdapat beberapa kebiasaan baik yang dibentuk secara konsisten oleh ibu hamil pada dirinya sendiri maupun janinnya selama kehamilan ternyata dapat mengurangi berbagai kesulitan yang mungkin timbul ketika sang bayi lahir.
O Sel-sel otak janin lebih aktif berkembang. Hal tersebut akan bermanfaat bagi pertumbuhan otak kiri dan otak kanan. dengan kata lain, terdapat keseimbangan abtara fungsi otak kiri dan kanan yang membuat si anak kelak termotifasi untuk terus belajar.
O anak akan tumbuh menjadi pribadi yang kuat, memiliki kepercayaan diri, mampu menyerap banyak hal, bisa memahami perasaan orang lain atau berempati, serta lebih siap mempelajari lingkungannya.
O Studi ilmiah men unjukan, stimulasi pralahir dapat menenangkan hati dan merangsang gerak dan denyut jantung janin selagi masih dalam kandungan serta merangsang kreativitas dan kecerdasan anak di kemudian hari.
Manfaat stimulasi bagi orang tua
O Bisa menjadi ajang latihan untuk mempersiapkan kehadiran sang buah hati.
O Dapat mengembangkan ikatan cinta dan kasih sayang diantara kedua orang tuanya serta buah hatinya.
O Dapat mengembangkan ikatan emosional diantara kedua orang tuanya dan buah hatinya.
Artikel Yang Berkaitan
1. Stimulasi Pralahir.
2. Lindungi Si Kecil Dari Gigitan Serangga.
3. Mengatasi Mimisan (Epistaksis) Pada Anak.
4. Si Kecil Sering Gumoh.
5. Tersedak Pada Bayi, Tips Cara Menanganinya.
6. Keracunan Pada Anak, Mengenali Gejala dan Tips Pencegahan.
7. Biang Keringat (Ruam Panas) Pada Anak.
8. Menangani Si Kecil Yang Terserang Diare.
9. Jika Perut Anak Kembung.
10. Bila Anak erkena Cacar Air.
11. Ruam Akibat Tanaman Beracun.
12. Kapan Seharusnya Anda Menghubungi Dokter Atau Rumah Sakit.
13. Pendarahan Pada Tali Pusat.
14. Sisik Pada Kulit Kepala Bayi.
15. Jerawat Pada Bayi.
16. Jika Anak Mengalami Kejang.
17. Demam Pada Anak.
18. Terapi Untuk Anak Autis.
19. Diagnosis Dan Cara Mengobati cacingan Pada Anak.
20. Cacingan Dapat Menurunka Fungsi Kongnitif Pada Anak.
21. Radang Telinga Pada Anak.
Manfaat stimulasi bagi janin
O Penelitian yang dilakukan DR. Van Carr pada tahun 1979 mengenai manfaat stimulasi atau latihan dan pendidikan pralahir menunjukan bahwa terdapat beberapa kebiasaan baik yang dibentuk secara konsisten oleh ibu hamil pada dirinya sendiri maupun janinnya selama kehamilan ternyata dapat mengurangi berbagai kesulitan yang mungkin timbul ketika sang bayi lahir.
O Sel-sel otak janin lebih aktif berkembang. Hal tersebut akan bermanfaat bagi pertumbuhan otak kiri dan otak kanan. dengan kata lain, terdapat keseimbangan abtara fungsi otak kiri dan kanan yang membuat si anak kelak termotifasi untuk terus belajar.
O anak akan tumbuh menjadi pribadi yang kuat, memiliki kepercayaan diri, mampu menyerap banyak hal, bisa memahami perasaan orang lain atau berempati, serta lebih siap mempelajari lingkungannya.
O Studi ilmiah men unjukan, stimulasi pralahir dapat menenangkan hati dan merangsang gerak dan denyut jantung janin selagi masih dalam kandungan serta merangsang kreativitas dan kecerdasan anak di kemudian hari.
Manfaat stimulasi bagi orang tua
O Bisa menjadi ajang latihan untuk mempersiapkan kehadiran sang buah hati.
O Dapat mengembangkan ikatan cinta dan kasih sayang diantara kedua orang tuanya serta buah hatinya.
O Dapat mengembangkan ikatan emosional diantara kedua orang tuanya dan buah hatinya.
Artikel Yang Berkaitan
1. Stimulasi Pralahir.
2. Lindungi Si Kecil Dari Gigitan Serangga.
3. Mengatasi Mimisan (Epistaksis) Pada Anak.
4. Si Kecil Sering Gumoh.
5. Tersedak Pada Bayi, Tips Cara Menanganinya.
6. Keracunan Pada Anak, Mengenali Gejala dan Tips Pencegahan.
7. Biang Keringat (Ruam Panas) Pada Anak.
8. Menangani Si Kecil Yang Terserang Diare.
9. Jika Perut Anak Kembung.
10. Bila Anak erkena Cacar Air.
11. Ruam Akibat Tanaman Beracun.
12. Kapan Seharusnya Anda Menghubungi Dokter Atau Rumah Sakit.
13. Pendarahan Pada Tali Pusat.
14. Sisik Pada Kulit Kepala Bayi.
15. Jerawat Pada Bayi.
16. Jika Anak Mengalami Kejang.
17. Demam Pada Anak.
18. Terapi Untuk Anak Autis.
19. Diagnosis Dan Cara Mengobati cacingan Pada Anak.
20. Cacingan Dapat Menurunka Fungsi Kongnitif Pada Anak.
21. Radang Telinga Pada Anak.
Senin, 24 Januari 2011
Stimulasi Pralahir
Stimulasi pralahir merupakan stimuasi yang dilakukan sejak bayi masih berada dalam kandungan, stimulasi ini bisa dimulai pada usia kandungan 16 inggu atau 4 bulan hingga menjelang persalinan. Sebaiknya stimulasi ini dilakukan secara terpola untuk memudahkan janin belajar. Namun, tak perlu berlebihan agar janin tetap memiliki waktu untuk istirahat. Cukup luangkan waktu setidaknya 5 sampai 10 menit di pagi dan malam hari untuk berkomunikasi dengan janin.
Menurut Thomas R. Verny, Ph.D dan Rene Van De Carr, MD. psikiater dan pakar perkembangan anak, dalam bukunya 'Cara Baru Mendidik Anak Sejak Dalam Kandungan' disebutkan bahwa anak yang menerima stimulasi sejak dalam kandungan kelak akan memiliki kemampuan visual, pendengaran, dan ketrampilan berbahasa dan motorik yang lebih baik.
Jenis Stimulasi
Ada beragam jenis stimulasi yang dapat Anda lakukan antara lain:
O Stimulasi Suara.
a. Memperkenalkan diri.
Komunikasi pertama yang dapat Anda lakukan adalam memperkenalkan diri, misalnya, "Nak, ini ibu dan Ayah". Bagi sang ayah, dekatkan kepala pada perut ibu dan tempelkan pipi pada perut lalu berkomunikasilah dengan bayi. Jika terasa ada gerakan atau tendangan, berarti janin tersebut memberikan respon.
b. Membacakan cerita.
Cobalah dilain waktu untuk membacakan sebuah kisah. Tak perlu panjang-panjang, cukup 10 menit. Janin akan mendapatkan sensasi untuk merasakan pengalaman berkata-kata. Ayah juga bisa ikut membacakan, hal ini dilakukan karena hubungan antara ayah dan bayi berkaitan dengan kemampuan sosial si anak di kemudian hari.
c. Mendengarkan suara musik.
Dengan mendengarkan suara musik akan banyak membawa manfaat karena dapat memperkaya pendengaran janin, agar tak hanya mendengar irama jantung ibu, misalkan suara gendang kecil. Dekatkan alat musik trsebut pada perut ibu bunyikan irama yang terpola dan lembut. Upaya lainnya yang bisa dilakukn adalah bernyanyi atau bersenandung. Iramakan nada-nada indah dan menyenangkan agar bayi merasa tenang.
O Stimulasi Gerakan Tangan.
a. Membelai.
Letakkan jemari pada posisi punggung janin, yakni sekitar bagian bawah perut. Lakukan gerakan membelai punggung janin dari bawah sampai mencapai bagian atas perut yang merupakan posisi pantat bayi. Barengi belaian ini dengan mengucapkan kata-kata lembut.
b. Mengusap.
terlebih dahulu tentukan posisi punggung dan pantat bayi. Gunakan gerakan mengusap dengan jari dan telapak tangan terbuka. Kemudian usap-usaplah bagian perut dengan gerakan melingkar dan sedikit tekanan. lakukan dengan diiringi nyanyian atau alunan musik klasik.
c. Menepuk.
Lakukan gerakan menepuk dengan lembut. Tepukan dilakukan pada bagian atas perut yang merupakan posisi punggung atau pantat bayi. Akan tetapi, bila dideteksi ternyata posisi janin sungsang gerakan menepuk bisa dilakukan di bagian bawah perut. Lakukan dengan cara merapatkan jari-jemari lalu telapak tangan menepuk secara halus. Lakukan menepuk di tempat yang berbeda- beda dan perhatikan apakah janin akan memberkan respon juga.
d. Menekan.
Cobalah meletakkan tangan pada kedua sisi perut. gunakan ujung jari untuk menentukan posisi janin. Rasakan bagaimanan posisi badan dan kepalanya. Selanjutnya, tempatkan kedua tangan pada kedua sisi janin dan lakukan dengan sedikit tekanan lembut jangan terlalu keras. Gerakan menekan berfungsi untuk menjaga keseimbangan antara otak kiri dan otak kanan pada janin.
e. Menguncang.
Langkah pertama, ketahui posisi punggung dan pantat janin. Kemudian, letakkan kedua tangan pada kedua sisi perut tempat punggung dan pantat janin berada. Selanjutnya, gerakan tangan ke atas dan biarkan perut kembali ke posisi semula setelah mengangkatnya. Peganglah perut dengan erat namun jangan mengguncangnya terlalu keras.
Artikel Yang Berkaitan
1. Lindungi Si Kecil Dari Gigitan Serangga.
2. Mengatasi Mimisan (Epistaksis) Pada Anak.
3. Si Kecil Sering Gumoh.
4. Tersedak Pada Bayi, Tips Cara Menanganinya.
5. Keracunan Pada Anak, Mengenali Gejala dan Tips Pencegahan.
6. Biang Keringat (Ruam Panas) Pada Anak.
7. Menangani Si Kecil Yang Terserang Diare.
8. Jika Perut Anak Kembung.
9. Bila Anak erkena Cacar Air.
10. Ruam Akibat Tanaman Beracun.
11. Kapan Seharusnya Anda Menghubungi Dokter Atau Rumah Sakit.
12. Pendarahan Pada Tali Pusat.
13. Sisik Pada Kulit Kepala Bayi.
14. Jerawat Pada Bayi.
15. Jika Anak Mengalami Kejang.
16. Demam Pada Anak.
17. Terapi Untuk Anak Autis.
18. Diagnosis Dan Cara Mengobati cacingan Pada Anak.
19. Cacingan Dapat Menurunka Fungsi Kongnitif Pada Anak.
20. Radang Telinga Pada Anak.
Menurut Thomas R. Verny, Ph.D dan Rene Van De Carr, MD. psikiater dan pakar perkembangan anak, dalam bukunya 'Cara Baru Mendidik Anak Sejak Dalam Kandungan' disebutkan bahwa anak yang menerima stimulasi sejak dalam kandungan kelak akan memiliki kemampuan visual, pendengaran, dan ketrampilan berbahasa dan motorik yang lebih baik.
Jenis Stimulasi
Ada beragam jenis stimulasi yang dapat Anda lakukan antara lain:
O Stimulasi Suara.
a. Memperkenalkan diri.
Komunikasi pertama yang dapat Anda lakukan adalam memperkenalkan diri, misalnya, "Nak, ini ibu dan Ayah". Bagi sang ayah, dekatkan kepala pada perut ibu dan tempelkan pipi pada perut lalu berkomunikasilah dengan bayi. Jika terasa ada gerakan atau tendangan, berarti janin tersebut memberikan respon.
b. Membacakan cerita.
Cobalah dilain waktu untuk membacakan sebuah kisah. Tak perlu panjang-panjang, cukup 10 menit. Janin akan mendapatkan sensasi untuk merasakan pengalaman berkata-kata. Ayah juga bisa ikut membacakan, hal ini dilakukan karena hubungan antara ayah dan bayi berkaitan dengan kemampuan sosial si anak di kemudian hari.
c. Mendengarkan suara musik.
Dengan mendengarkan suara musik akan banyak membawa manfaat karena dapat memperkaya pendengaran janin, agar tak hanya mendengar irama jantung ibu, misalkan suara gendang kecil. Dekatkan alat musik trsebut pada perut ibu bunyikan irama yang terpola dan lembut. Upaya lainnya yang bisa dilakukn adalah bernyanyi atau bersenandung. Iramakan nada-nada indah dan menyenangkan agar bayi merasa tenang.
O Stimulasi Gerakan Tangan.
a. Membelai.
Letakkan jemari pada posisi punggung janin, yakni sekitar bagian bawah perut. Lakukan gerakan membelai punggung janin dari bawah sampai mencapai bagian atas perut yang merupakan posisi pantat bayi. Barengi belaian ini dengan mengucapkan kata-kata lembut.
b. Mengusap.
terlebih dahulu tentukan posisi punggung dan pantat bayi. Gunakan gerakan mengusap dengan jari dan telapak tangan terbuka. Kemudian usap-usaplah bagian perut dengan gerakan melingkar dan sedikit tekanan. lakukan dengan diiringi nyanyian atau alunan musik klasik.
c. Menepuk.
Lakukan gerakan menepuk dengan lembut. Tepukan dilakukan pada bagian atas perut yang merupakan posisi punggung atau pantat bayi. Akan tetapi, bila dideteksi ternyata posisi janin sungsang gerakan menepuk bisa dilakukan di bagian bawah perut. Lakukan dengan cara merapatkan jari-jemari lalu telapak tangan menepuk secara halus. Lakukan menepuk di tempat yang berbeda- beda dan perhatikan apakah janin akan memberkan respon juga.
d. Menekan.
Cobalah meletakkan tangan pada kedua sisi perut. gunakan ujung jari untuk menentukan posisi janin. Rasakan bagaimanan posisi badan dan kepalanya. Selanjutnya, tempatkan kedua tangan pada kedua sisi janin dan lakukan dengan sedikit tekanan lembut jangan terlalu keras. Gerakan menekan berfungsi untuk menjaga keseimbangan antara otak kiri dan otak kanan pada janin.
e. Menguncang.
Langkah pertama, ketahui posisi punggung dan pantat janin. Kemudian, letakkan kedua tangan pada kedua sisi perut tempat punggung dan pantat janin berada. Selanjutnya, gerakan tangan ke atas dan biarkan perut kembali ke posisi semula setelah mengangkatnya. Peganglah perut dengan erat namun jangan mengguncangnya terlalu keras.
Artikel Yang Berkaitan
1. Lindungi Si Kecil Dari Gigitan Serangga.
2. Mengatasi Mimisan (Epistaksis) Pada Anak.
3. Si Kecil Sering Gumoh.
4. Tersedak Pada Bayi, Tips Cara Menanganinya.
5. Keracunan Pada Anak, Mengenali Gejala dan Tips Pencegahan.
6. Biang Keringat (Ruam Panas) Pada Anak.
7. Menangani Si Kecil Yang Terserang Diare.
8. Jika Perut Anak Kembung.
9. Bila Anak erkena Cacar Air.
10. Ruam Akibat Tanaman Beracun.
11. Kapan Seharusnya Anda Menghubungi Dokter Atau Rumah Sakit.
12. Pendarahan Pada Tali Pusat.
13. Sisik Pada Kulit Kepala Bayi.
14. Jerawat Pada Bayi.
15. Jika Anak Mengalami Kejang.
16. Demam Pada Anak.
17. Terapi Untuk Anak Autis.
18. Diagnosis Dan Cara Mengobati cacingan Pada Anak.
19. Cacingan Dapat Menurunka Fungsi Kongnitif Pada Anak.
20. Radang Telinga Pada Anak.
Minggu, 23 Januari 2011
PERKEMBANGAN ANAK
Penelitian tentang anak pada mulanya dipusatkan pada bidang spesifik perilaku anak, misalnya bicara, emosi atau minat bermain, dan kegiatan. Nama yang diberikan untuk cabang penelitian psikologi yang baru ini adalah psikologi anak. Psikologi anak menunjukkan perhatian yang dipusatkan pada fenomena psikologis dari usia prasekolah dan usia sekolah anak.
Kemudian, diketahui bahwa mempelajari berbagai bidang perilaku anak pada berbagai tahapan usia tidaklah cukup. Hal ini tidak akan menambahkan pemahaman kita mengenai bagaimana pembahasan karakteristik perilaku sejalan dengan pertumbuhan anak dan apa saja yang menyebabkan perubahan itu.
Hingga kemudian “psikologi anak” berubah dan berkembang menjadi “Perkembangan Anak”, hal ini untuk menekankan bahwa pusat perhatian sekarang diarahkan pada pola perkembangan anak dari pada aspek perkembangan tertentu.
Berikut artikel Perkembangan Anak dalam Dunia Anak
O Pertumbuhan dan Perkembangan Anak
O Psikologi Anak
O Motifasi
Kemudian, diketahui bahwa mempelajari berbagai bidang perilaku anak pada berbagai tahapan usia tidaklah cukup. Hal ini tidak akan menambahkan pemahaman kita mengenai bagaimana pembahasan karakteristik perilaku sejalan dengan pertumbuhan anak dan apa saja yang menyebabkan perubahan itu.
Hingga kemudian “psikologi anak” berubah dan berkembang menjadi “Perkembangan Anak”, hal ini untuk menekankan bahwa pusat perhatian sekarang diarahkan pada pola perkembangan anak dari pada aspek perkembangan tertentu.
Berikut artikel Perkembangan Anak dalam Dunia Anak
O Pertumbuhan dan Perkembangan Anak
O Psikologi Anak
O Motifasi
Langganan:
Postingan (Atom)

