Tampilkan postingan dengan label Pola belajar. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pola belajar. Tampilkan semua postingan

Kamis, 15 April 2010

How To Help Your Child With Their Homework

Homework is a crucial supplement to the learning your child undertakes at school. As a parent you can do a lot to help your child with their homework. We spoke to David Littlemore, Assistant Head teacher at Whitton School in London to show you how to help your child with their homework.




Step 1: Provide a quiet space.

This should be somewhere where they can concentrate – possibly with a radio for music if that's helpful to them. Ideally this should be a dedicated homework space that is the same place they always use.




Step 2: Take an interest

Try to work learning into their everyday lives. Find out what they're doing at school and engage in activities relevant to that. Studying climate change in science? You could point out, or even cut out and keep, articles about the subject from your daily newspaper.




Step 3: Provide learning materials

Children can benefit from having revision resources at home. Find out which exam boards they are studying with and provide the material recommended by those boards. This might be textbooks, exemplar materials or other recommended reading.




Step 4: Don't do it for them

If you are an expert in an area your child is studying, let them know that you are available for them to use as a resource. However, you should resist the temptation to do the work for them - they need to do it themselves if they are going to learn effectively.




Step 5: Praise effort and achievement

It's important to encourage good work when it's been done, as children respond far better to praise than to criticism. However it's also important, if you know the work is below their usual standard, to offer constructive advice. Work together to figure out the reason why their work has suffered; this will help them do better work in future.


Hopefully useful…

Rabu, 14 April 2010

Syarat Memilih Konsep Pendidikan Yang Nyaman Untuk Anak

Salam cerdas kreatif,

Konsep pendidikan yang nyaman buat anak adalah model pendidikan yang sesuai dengan dunia mereka, karakter mereka, dan kebutuhan mereka.

Agar kita (orangtua) tidak salah memilih konsep tersebut, berikut sedikit penjelasan tentang dunia anak :

1. Anak-anak hidup dalam dunia bermain. Kalau kita ingin memasukkan nilai atau muatan pelajaran apapun pada mereka, masuklah dari dunia bermain. Contohnya: Ajari mereka memasak dengan membawa mereka ke dapur, dan biarkan alat-alat dapur sekaligus menjadi alat-alat mereka untuk bermain.

2. Bagaimanakah karakter anak-anak? Banyak teori memang terkait karakter ini. Tapi secara umum saya bisa menyimpulkan bahwa hampir semua anak terbuka terhadap hal-hal baru jika orang tuanya membuka keran untuk itu. Kalau seandainya kita adalah guru di sebuah sekolah formal, prinsipnya tidaklah jauh berbeda. Ciptakan suasana gembira dan BEBAS DARI RASA TAKUT UNTUK BERTANYA, MELAKUKAN, dan MENCOBA HAL-HAL BARU di kelas kita.

CATATAN: Hal-hal baru buat anak-anak bisa jadi merupakan sesuatu yang nggak penting buat orang dewasa. Di situlah kita harus bijak dan mengerti. Seekor ulat mungkin nggak ada hebatnya buat orang dewasa, namun begitu menarik untuk diamati dan diteliti oleh anak-anak.

3. Apakah kebutuhan anak-anak? Kebutuhan anak-anak pada setiap fase pasti berbeda dan juga amat beragam antara satu anak dengan anak lainnya. Bagi seorang guru di sebuah kelas yang terdiri dari beberapa anak, hal ini memang agak rumit. Butuh kesabaran dan kejelian mengamati semua anak dan melayani semua kebutuhan mereka.

Semoga bermanfaat ... salam

Kamis, 08 April 2010

Yang Mana Gaya Belajarku ?


Untuk mengetahui tipe gaya belajar anak kita, jawablah 36 pertanyaan berikut ini.

Beri lingkaran pada pernyataan yang Anda setujui :
1. Saya lebih suka mendengarkan informasi yang ada di kaset daripada membaca buku.
2. Jika saya menegrjakan sesuatu, saya selalu membaca instruksinya terlebih dulu.
3. Saya lebih suka membaca daripada mendengarkan kuliah.
4. Saat saya seorang diri, saya biasanya memainkan musik atau lagu atau bernyanyi.
5. Saya lebih suka berolah raga daripada membaca buku.
6. Saya selalu dapat menunjukkan arah Utara atau Selatan di mana pun saya berada.
7. Saya suka menulis surat atau jurnal.
8. Saat saya berbicara, saya suka mengatakan, "Saya mendengar Anda, itu terdengar bagus, itu bunyinya bagus."
9. Ruangan, meja, mibil atau rumah saya biasanya berantakan/tidak teratur.
10. Saya suka merancang, mengerjakan dan membuat sesuatu dengan kedua tangan saya.

Faham Gaya Belajar Jadi Cinta Belajar

Salam cerdas kreatif,

Langkah-langkah untuk mewujudkan "Cinta Belajar" pada anak kita adalah :
1. Mengenali dan memahami gaya belajar anak kita.
2. Mengetahui gaya belajar paling efektif dari materi apa yang dipelajari.

Bila kedua gaya ini saling mendukung, praktis anak dan Anda akan sangat mudah saling memahami dalam belajar dan mengingat kembali apa yang telah dipelajari.

Rabu, 07 April 2010

Mengapa Anak Kurang Cinta Belajar dan Belum Berprestasi ?

Salam cerdas kreatif,

Banyak orang tua yang sukses di pekerjaannya dan berprestasi sejak kecil, tetapi mempunyai buah hati bertolak belakang dengan apa yang dialami orang tuanya. Sang buah hati tidak mewarisi "kepandaian dan kesuksesan" yang dimiliki orang tuanya. Dimana salahnya ?


Hal ini banyak disebabkan orang tua yang tidak "mengenal atau mencermati" bagaimana anak belajar selama ini. Mereka hanya diminta untuk menjadi seperti orang tuanya sebagai patokan pribadi orang tua. Padahal anak adalah gabungan dari pribadi anak itu sendiri dengan pribadi orang tuanya. Inilah yang menyebabkan mereka berbeda.


Berikut "hal-hal yang kurang efektif" yang sering dilakukan orang tua dalam merangsang anak agar "Cinta Belajar dan Berprestasi" :

* 1. Memaksa anak belajar terus menerus. Anak bisa dan akan merasa bosan serta kelelahan.
* 2. Memarahi anak jika tidak belajar. Anak bisa merasa tertekan dan akan suli disembuhkan hingga dewasa.
* 3. Mengikutkan terlalu banyak les. Otak anak akan "kerepotan" dan akhirnya bisa mengakibatkan prestasi menurun.
* 4. Terlalu banyak mengandalkan bimbingan belajar (bimbel). Anak akan ketergantungan yang mengakibatkan tidak mandiri dan kreatif. Ini dikarenakan biasanya bimbel memberi program peningkatan nilai di sekolah, bukan program pengembangan kemampuan berpikir dan kreatifitas anak.
* 5. Memasukkan anak ke sekolah unggulan. Ini dilakukan karena orang tua terlalu mengandalkanpara guru dan sekolah unggula tersebut, dan apakh anak juga merasa nyaman di sekolah itu ?


Tidak ada yang bisa jadi " pintar " dalam sekejap. Harus ada usaha untuk melatih, apalagi untuk otak anak.


Semoga bermanfaat ... salam.

Sabtu, 03 April 2010

10 Tips Pintar Sukses Belajar dan Ujian

Salam cerdas kreatif,

Sobat, kalau belajar mendadak menjelang ujian memang tidak efektif dan tidak baik. Paling tidak sebulan sebelum ulangan adalah masa ideal buat mengulang pelajaran. Materi yang banyak bukan masalah. Ada 10 tips pintar supaya waktu belajar kita menjadi efektif sehingga kita bisa sukses dalan tes maupun ujian.

1. BELAJAR itu MEMAHAMI … BUKAN SEKEDAR MENGHAPAL !
Yuuupss, fungsi utama kenapa kita harus belajar adalah memahami hal-hal baru. Kita boleh hapal 100% semua detail pelajaran, tapi yang lebih penting adalah apakah kita sudah mengerti betul dengan semua materi yang dihapal itu. Jadi sebelum menghapal, selalu usahakan untuk memahami dulu garis besar materi pelajaran.

2. MEMBACA adalah KUNCI BELAJAR
Supaya kita bisa paham, minimal bacalah materi baru dua kali dalam sehari, yakni sebelum dan sesudah materi itu diterangkan oleh guru. Karena otak sudah mengolah materi tersebut sebanyak tiga kali jadi bisa dijamin bakal tersimpan cukup lama di otak kita.

3. MENCATAT POKOK-POKOK PELAJARAN
Tinggalkan catatan pelajaran yang panjang. Ambil intisari atau kesimpulan dari setiap pelajaran yang sudah dibaca ulang. Kata-kata kunci inilah yang nanti berguna waktu kita mengulang pelajaran selama ujian.

4. BUAT dan HAFALKAN KATA-KATA KUNCI
Kadang, mau tidak mau kita harus menghapal materi pelajaran yang lumayan banyak. Sebenarnya ini bisa disiasati. Buatlah kata-kata kunci dari setiap hapalan, supaya mudah diingat pada saat otak kita memanggilnya. Misal, kata kunci untuk nama-nama warna pelangi adalah MEJIKUHIBINIU, artinya merah, jingga, kuning, hijau, biru, nila dan ungu.

5. PILIH WAKTU BELAJAR yang TEPAT
Waktu belajar yang paling enak adalah pada saaat badan kita masih segar. Memang tidak semua orang punya waktu belajar enak yang sama lo. Tapi biasanya, pagi hari adalah waktu yang tepat untuk berkonsentrasi penuh. Gunakan saat ini untuk mengolah materi-materi baru. Sisa-sisa energi bisa digunakan untuk mengulang pelajaran dan mengerjakan pekerjaan rumah.

6. BANGUN SUASANA BELAJAR yang NYAMAN
Banyak hal yang bisa buat suasana belajar menjadi nyaman. Kita bisa pilih lagu yang sesuai dengan mood kita. Tempat belajar juga bisa kita sesuaikan. Kalau sedang bosan di kamar bisa di teras atau di perpustakaan. Kuncinya jangan sampai aktivitas belajar kita mengganggu dan terganggu oleh pihak lain.

7. BENTUK KELOMPOK BELAJAR
Kalau lagi bosan belajar sendiri, bisa belajar bareng dengan teman. Tidak usah banyak-banyak karena tidak bakal efektif, maksimal lima orang. Buat pembagian materi untuk dipelajari masing-masing orang. Kemudian setiap orang secara bergilir menerangkan materi yang dikuasainya itu ke seluruh anggota lainnya. Suasana belajar seperti ini biasanya seru dan kita dijamin bakalan susah untuk mengantuk.

8. LATIH SENDIRI KEMAMPUAN KITA
Sebenarnya kita bisa melatih sendiri kemampuan otak kita. Pada setiap akhir bab pelajaran, biasanya selalu diberikan soal-soal latihan. Tanpa perlu menunggu instruksi dari guru, coba jawab semua pertanyaan tersebut dan periksa sejauh mana kemampuan kita. Kalau materi jawaban tidak ada di buku, cobalah tanya ke guru.

9. KEMBANGKAN MATERI yang SUDAH DIPELAJARI
Kalau kita sudah mengulang materi dan menjawab semua soal latihan, jangan langsung tutup buku. Cobalah kita berpikir kritis ala ilmuwan. Buatlah beberapa pertanyaan yang belum disertakan dalam soal latihan. Minta tolong guru untuk menjawabnya. Kalau belum puas, cari jawabannya pada buku referensi lain atau internet. Cara ini mengajak kita untuk selalu berpikir ke depan dan kritis.

10. Sediakan WAKTU untuk ISTIRAHAT
Belajar boleh kencang, tapi jangan lupa untuk istirahat. Kalau di kelas, setiap jeda pelajaran gunakan untuk melemaskan badan dan pikiran. Setiap 30-45 menit waktu belajar kita di rumah selalu selingi dengan istirahat. Kalau pikiran sudah suntuk, percuma saja memaksakan diri. Setelah istirahat, badan menjadi segar dan otak pun siap menerima materi baru.

Mudah bukan, semoga bermanfaat ... salam.

Selasa, 19 Januari 2010

Are you a Genius?

Geniuses are those who have the intelligence, enthusiasm, and endurance to acquire the needed expertise in a valued domain of achievement. – unknown

The word genius is often used to describe someone who has attained great success in a particular field of endeavor. Unfortunately, using the word genius tends to create a magical and mystical aura about the person and their achievement – as if the typical person were incapable of such skill, wisdom, insight or excellence. The truth is in the above definition, that genius comes from developing intelligence, enthusiasm and endurance – which every human being is capable of doing!

Can you develop intelligence? Of course you can! The dictionary defines intelligence simply as the ability to learn. Valuable intelligence comes from your personal study, observation, experience, insight, continuous learning and personal pondering. Too many have given up on the perpetual pursuit of learning and intelligence. How would you rate your intelligence and learning today?

Enthusiasm is always part of the success quotient. It doesn’t require you to shout from the rooftops, jump for joy or race about like a person possessed. Enthusiasm is defined as intense and eager interest or zeal. From the Greek en = in and theos = God. So enthusiasm suggest an ability to tap into a God-like power coming from within. Enthusiasm unleashes your true potential in every area of life and business. How would you rate your enthusiasm today?

Finally, endurance – also a regular in any study of success and achievement. Endurance is defined as the ability to last, to hold up, to continue and to last. It seems so simple to just keep showing up and just keep at it – yet many give up and give in as their minds wander and doubt begins to develop. Endurance is more a discipline of the mind than it is a tactic or skill. Those who posses this discipline can succeed at just about anything they put their mind to. How would you rate your endurance today?

If you are not happy with where you are today in your personal or professional life, evaluate these three areas, then begin anew to consciously and consistently develop these traits. With intelligence, enthusiasm and endurance you too can be or become a genius!

~ Copyright EDGE (Expert Directed Guided Education)
http://www.ilearningglobal.biz/globalstrategies

Artikel bagus ini, saya copy paste dari catatan teman facebook saya : Tara West

Semoga bermanfaat.